Thursday, March 10, 2022

Marrying Daisy Bellamy Insight Day10

 


#maksakeunmaca

#onebookonemonth

#day10

Judul Buku: Marrying Daisy Bellamy

Penulis: Susan Wiggs

Jumlah Halaman: 533

Penerbit: Gramedia

Alih Bahasa: Nur Anggraini

Cetakan Agustus, 2014

Masih Bagian Sembilan

Bercerita tentang Julian yang menjalani misi rahasianya untuk memberantas jaringan pengedar narkoba di Kolombia. Bayangkan betapa berbedanya Julian menjadi orang dewasa yang jauh dari masa remajanya. Bekas pemakai, ikut rehab, lepas dari obat, dan menjadi pihak legal yang akan menghentikan lingkaran setan yang merenggut masa depan cemerlang para remaja seperti dirinya dulu. Ia merasa bersyukur karena mendapat kesempatan menjadi tentara angkatan udara. Dan berbekal kepintaran yang diwarisi ayahnya sang peneliti bintang-bintang, tidak sulit bagi Julian untuk menjadi calon agen rahasia handal. Dibarengi dengan kegemarannya menjadi adrenaline junkie dan tubuh atletis yang diwarisi ibunya, Julian menjadi tentara yang sempurna.

Terus terang, ketimbang membaca kisah cintanya, aku lebih tertarik dengan misi-misi rahasia dan strategi militer yang dijalani oleh Julian. Ya mungkin ada sedikit darah eyang yang tentara, atau eyang berhasil mencuci otakku dengan semua ceritanya tentang para tokoh militer, dan para ahli strategi perang. Buku ini memang cocok untukku, sekali lagi, terimakasih Bude Anggie :*  

Wednesday, March 9, 2022

Marrying Daisy Bellamy Insight Day09

 


#maksakeunmaca

#onebookonemonth

#day09

Judul Buku: Marrying Daisy Bellamy

Penulis: Susan Wiggs

Jumlah Halaman: 533

Penerbit: Gramedia

Alih Bahasa: Nur Anggraini

Cetakan Agustus, 2014

Bagian Sembilan

Yang kupelajari dari cara Julian dan Daisy menjelaskan kepada Charlie bahwa mereka berdua akan menikah dan Logan akan tetap menjadi ayahnya juga, adalah anak-anak begitu simpel. Begitu juga dengan Dale, dengan mudah kutanyakan, apakah ia ingin punya ayah selain kakeknya. Ia jawab, tidak. Dale tunjukkan bagaimana mudahnya hanya mengisi kolom ciri-ciri ibu, sementara ia dapat mengosongkan kolom ciri-ciri ayah, kakak, dan adik. Cepat kan, katanya. Ya mungkin karena ia anak lelaki seperti Charlie, jadi tidak ada kerumitan seperti yang ada di kepalaku sejak aku berumur 4 tahun.

Melepas calon suami ataupun suami yang bekerja sebagai tentara adalah begitu sulit. Seperti yang dilakukan Daisy terhadap Julian. Aku sangat mengerti hal ini, karena eyang adalah pilot angkatan udara. Dan baginya, saat di mana ia melangkah keluar dari pagar rumah untuk bertugas, maka istrinya harus siap menjadi janda. Itu dari kacamata seorang pekerja militer. Sementara ayahku berkata, komitmen menikah adalah mudah, di luar rumah terkadang laki-laki maupun wanita akan berlaku berbeda seperti tidak memegang komitmen pernikahannya. Memang tidak mudah menyatukan 2 isi kepala. Aku tahu apa pemikiran ayahku, aku tahu apa pemikiran ibu tiriku. Keduanya hanya saling salah paham yang tidak dapat terselesaikan. Saling curiga, dan yang memulai cinta, begitu gengsi untuk mempertahankan cintanya. Perlu diingat-ingat, wanita juga dites sampai mana akan mempertahankan cintanya kepada laki-laki, jika ia yang memulai duluan. Satu hal yang tidak pernah akan aku lakukan. Sesuka apapun aku kepada seorang lelaki, aku cenderung diam.

Sampai aku menemukan bahwa aku INFJ, bahwa setiap rasa yang aku miliki terhadap seorang lelaki, adalah rasa lelaki itu sendiri. Jadi kubiarkan lelaki yang mendekati, biarkan mereka yang memulai, aku hanya perlu menjaga cinta mereka.

Jadi kalau kubilang pada laki-laki buku ke-4, adalah bahwa ia berhak untuk mulai mencintai, ia tidak punya hak untuk menghentikannya, karena ia yang memulai, ia yang harusnya mempertahankannya. Bagiku, begitu mudah. Saat ia berkata tidak kuat, tertangkap selingkuh, atau hal lainnya. Kutanyakan kembali apa komitmen barunya. Itulah yang akan kujalani. Mudahnya menjadi wanita 😊

Marrying Daisy Bellamy Insight Day08

 


#maksakeunmaca

#onebookonemonth

#day08

Judul Buku: Marrying Daisy Bellamy

Penulis: Susan Wiggs

Jumlah Halaman: 533

Penerbit: Gramedia

Alih Bahasa: Nur Anggraini

Cetakan Agustus, 2014

Bagian Delapan

Sepertinya aku mulai mengerti apa yang dipikirkan Daisy mengapa ia lebih memilih menerima lamaran Julian, cintanya yang tidak pernah bersatu, dibanding menerima lamaran Logan, ayah Charlie, yang jelas mereka dapat menjadi keluarga utuh yang bahagia bersama. Terbukti sepanjang 134 halaman, Daisy dan Logan berhasil dengan baik membesarkan Charlie menjadi anak yang hebat. Karena beberapa hari ini aku menemukan beberapa kasus yang membuatku mengerti mengapa Daisy menerima lamaran Julian.

Melihat kasus dari kedua pria yang kutulis di buku ke-1, aku dapat merasakan apa yang dirasakan Julian. Kasus pertama adalah pria tersebut sepertinya memiliki ketertarikan yang tidak biasa terhadap saudara perempuannya. Bisa dibilang mereka adalah sepupu jauh yang sempat diasuh di satu rumah seperti adik kakak. Mereka saling memperhatikan dan care satu sama lain, bahkan menghabiskan sebagian masa kecil bersama karena orang tua mereka harus bekerja dan yang satunya dibesarkan oleh ayah tunggal. Sehingga mereka sering dititipkan di salah satu rumah tetua dan diasuh dengan sangat baik. Ketika sang adik sepupu mulai masuk sekolah, ia tidak pernah bertemu lagi dengan kakak sepupu laki-lakinya tersebut, karena ayahnya memutuskan untuk menjauh dari keluarga setelah menikah lagi. Sang gadis kecil hanya memiliki keluarga kecilnya, ayah, ibu tiri, dan kemudian ada adik satu ayah.

Setelah mereka berdua kuliah dan kerja, mereka ternyata bertemu di kota yang sama. Kebetulan sang adik perempuan tinggal sendiri karena ayahnya menikah untuk yang ketiga kali. Sang pria merasa senang bertemu dengan adik perempuan sepupu favoritnya. Ia selalu menyayanginya sejak mereka masih anak-anak, merasa selalu bertanggung jawab dikarenakan ia anak paling kecil diantara 2 bersaudara laki-laki, sehingga ide memiliki adik perempuan, selalu merupakan ide yang menyenangkan untuknya.

Saat bertemu, kangen kata sang pria, lalu ia mengecup pipi adik sepupunya. Adiknya hanya tersenyum kegirangan karena merasa punya kakak laki-laki, tampan ya bonus. Mulai dari sering jemput, sering diajak kencan bareng dengan pacar sang lelaki, adik perempuannya yang enjoy-an orangnya, ya manut saja. Sampai suatu ketika sang adik perempuan merasa perubahan aneh saat kakaknya ini rebahan disebelahnya. Dikiranya sang kakak demam, dan diberikan obat lalu disuruh istirahat.

Selang beberapa waktu, sang adik baru mengerti apa arti demam sang kakak waktu itu. Ternyata karena terlalu sayang, sang kakak merasa lebih dari sekedar kakak dan dibuktikannya dengan ketertarikannya secara fisik. Baru saja sang adik sembuh dari sakit tipus, sang kakak mengecupnya, di bibirnya. Tentu saja sang adik merasa heran dan akhirnya dia mengerti apa arti demam sang kakak waktu itu. Tubuhnya membara ketika berada dekat dengan adiknya. Selanjutnya, terkadang mereka melakukannya, kakak yang merasa terlalu sayang, dan adik yang merasa butuh sosok seorang laki-laki sebagai pelindung. A woman with a daddy issue.

Karena kecocokan mereka secara fisik, dan kedalaman kasih sayang yang tidak tergambarkan oleh kata-kata, suatu saat sang kakak bertanya iseng bagaimana jika mereka menikah. Belum juga sang adik menjawab bahwa itu mungkin dilakukan, karena mereka adalah sepupu jauh berbeda nenek, sang kakak menjawab sekenanya, ia begitu takut dimarahi oleh para tetua. Sang adik hanya merasa, kakaknya tidak niat berlaku sebagai laki-laki. Ya sudah begitu saja.

Sang adik berusaha menghindari setiap sang kakak minta bertemu, karena sang adik menyadari, sebagaimanapun mereka saling melengkapi, fisik dan jiwa, sang kakak tidak akan pernah berniat menjalankan masa depan berdua. Sang adik yang tidak naif, memilih tidak membuang-buang waktu dengan kakaknya. Karena yang terjadi biasanya hanya keintiman.

Hingga akhirnya mereka terpisah lagi dan hidup berbeda negara, sang kakak merasa selalu rindu kepada adiknya, dan tubuhnya kembali membara. Naasnya sang kakak sudah memiliki istri dan tiga anak. Jadi wanita yang logis itu berusaha menolak affair yang mungkin terjadi. Karena ia sayang kakaknya, dan tidak ingin mengganggu masa depannya yang cemerlang.        

Ok, itu cerita tentang laki-laki pertama di buku ke-1. Lelaki yang berikutnya, pernah kusebutkan di insight sebelumnya, bahwa ia amnesia dan setelah menikah dan memiliki anak, tiba-tiba ia teringat pernah mencintai wanita teman kuliahnya, yang disukainya selama lebih dari 5 tahun. Bahkan mengajaknya menikah, sebelum ia kecelakaan dan amnesia. Namun karena lelaki ini begitu sholeh, dan tahu bahwa dirinya akan selalu luluh terhadap wanita ini, bersama dengan wanita yang masih single tersebut, mereka berusaha menjaga jarak dan hanya saling mengagumi dari jauh. Mengagumi, hanya dihati dan bukan selingkuh lalu berdosa, kan. Aman, demi kehidupan sang lelaki.

Aku berdiskusi dengan bapakku pagi ini, tentang kasus mereka. Katanya, yang amnesia pasti merasa begitu dalam, sampai cintanya bisa menembus amnesia. Kasihan juga, katanya. Tiba-tiba terbangun dan merasa yang dijalani bukan hidupnya. Lebih baik kamu support sebagai teman, ia punya kesedihan dan penyesalan yang begitu dalam. Semoga ia tidak sadar, bahwa semua kesempurnaan yang ia coba raih, adalah kompensasi hal yang tidak bisa dia gapai. Sebagai lelaki yang baru saja menginjak umur 66 tahun dan sudah menikah 3 kali, baru kutemukan kebijaksaan yang sama pada diri ayahku. Begitulah juga aku mencoba selalu bersikap.

Kalau soal laki-laki yang pertama, katanya. Itu masalah sikap, dia hanya tidak berani, saat itu untuk memilih hidup bersama adik sepupu jauhnya, walaupun mungkin. Baiknya keduanya memang fokus pada anak istrinya yang ada sekarang, dan jangan lagi berandai-andai dengan wanita-wanita tersebut. Kamu sebagai single dengan 1 anak, hindari laki-laki yang tidak dapat mengambil keputusan. Kecuali dia berniat menjadikan kamu istri berikutnya lalu siap membiayai hidupmu dan anakmu, bapak tidak bisa ikut campur, katanya. Hidup bapak dan hidupmu pendek. Tentukan hanya dengan lelaki yang bersikap jelas.   

Dan itu mengingatkanku pada tokoh buku ke-7 yang merasa tetap akan melakukan affair dengan wanita yang pernah disukainya jauh sebelum ia menikahi istrinya. Ia terlambat tahu bahwa wanita tersebut juga menyukainya, setelah ia menikahi istrinya dan memiliki 2 anak. Karena wanita tersebut masih sendiri, dan kehidupan tidak ramah padanya, ia merasa perlu tetap menjaga dan menyayangi wanita tersebut. Mungkin juga dikarenakan oleh nalurinya sebagai dokter yang cenderung ingin menolong orang tanpa mengharap imbalan. Affairnya hanya berbentuk tulisan, kata-kata, dan suara. Karena mereka tidak berasal dari bangsa yang sama, prinsip mereka selalu berbeda. Wanita itu dan diriku tidak habis pikir akan keputusan laki-laki yang tidak berasal dari Indonesia ini, untuk tetap melakukan affair, walaupun secara kehidupan pernikahan, ia begitu bahagia dan tidak ada masalah.

Kami sebagai wanita, memandang laki-laki tersebut sebagai munafik. Ia mencintai 2 wanita, tetapi ia berusaha menyembunyikan salah satunya, selamanya. Walaupun ia akan melepas wanita tersebut jika wanita tersebut berniat menikahi laki-laki lain. Aku hanya berharap agar wanita tersebut tidak jatuh cinta dan terperangkap, sementara, nikmati saja layanan gratis kesehatannya, hahaha…

Kalau bapakku bilang, pagi ini. Rumput tetangga lebih ijo. Wanita yang single, selalu kelihatan menggiurkan. Lalu kasus terakhir adalah yang terjadi pada buku ke-3. Ia melakukan affair sesaat karena menemukan wanita yang mirip dengan mantan pacarnya yang juga dihantam badai kehidupan.

Ada rasa penyesalan karena hidupnya begitu normal dan menyenangkan dengan istri dan 2 anak. Sementara tidak yang dialami mantan pacarnya.

Rasa ini menjadikannya ingin melampiaskan kasih sayangnya kepada wanita yang mirip tersebut, berulang-ulang ia inginkan. Sementara sang wanita sangat mengerti laki-laki. Sekali ia beri, berikutnya biasanya laki-laki akan pergi dan menghilang. Tapi tidak yang terjadi pada wanita tersebut. Mereka selalu ingin kembali, dan wanita tersebut harus selalu lari tunggang langgang menghindari mereka. Menghindari masalah dengan rumah tangga orang.

Dari 4 kasus tersebut, ya, akhirnya aku mengerti mengapa Daisy menerima Julian, ya menghindari terjadinya 4 kasus naas tersebut. Haha!

Kalau kata bapakku: memang dalamnya hati, kamu tahu sedalam apa dasarnya?!

Monday, March 7, 2022

Marrying Daisy Bellamy Insight Day07

 


#maksakeunmaca

#onebookonemonth

#day07

Judul Buku: Marrying Daisy Bellamy

Penulis: Susan Wiggs

Jumlah Halaman: 533

Penerbit: Gramedia

Alih Bahasa: Nur Anggraini

Cetakan Agustus, 2014

Bagian Tujuh

Ketika Daisy menyadari lagi bahwa Charlie adalah alasannya untuk tetap hidup, alasannya memilih kampus dan tempat pekerjaan, supaya Charlie tetap dapat dekat dengan ayahnya. Daisy menyadari bahwa Charlie membutuhkan itu semua, begitu besar cintanya pada Charlie, sampai ia menyadari, atau menurutku, lebih tepatnya, belum menemukan alasan yang pas untuk menerima lamaran Julian dan menempatkan di mana Charlie akan dibahagiakan dengan keputusannya. Aku yakin dengan membaca lebih banyak, aku akan menemukan alasan yang kuat untuk Daisy memutuskan bersama dengan Julian dan juga pastinya adalah keputusan yang terbaik bagi Charlie.

Sejauh ini, alasan Daisy untuk tetap hidup adalah alasan yang sama dengan yang kupunya, Dale adalah alasan aku tetap hidup. Seperti yang pernah kukatakan, aku begitu membenci hidupku sejak umur 4 tahun menemukan ayahku punya banyak pacar, memutuskan untuk tidak percaya dengan ibu dirumah yang kutahu bukan ibu kandungku, dan tidak merasa percaya kepada bapak yang selalu terasa jauh dariku. Lalu berbagai macam kekecewaanku terhadap bapakku ketika ia harus absen selama hampir 20 tahun dari hidupku. Ditinggal hanya dengan ibu tiri dan adikku, aku merasa terbuang. Apalagi melihat perangai bapak yang begitu keras dan berlidah seperti tidak makan sekolahan. Saat aku mengambil keputusan untuk mengambil tanggung jawabnya membantu istri dan anaknya, yang kupikirkan hanya membantu orang terdekat saat aku bisa. Dan jika bapak tiba-tiba merasa perlu mengasuh Dale selama 7 tahun, seperti yang kubilang, merasa tidak perlu ada untuk 2 anak perempuan, tetapi merasa perlu mengasuh cucu laki-laki pertama. Aku tidak tahu itu kenyataan hidup atau proses beranjak dewasa. Tapi aku memilih untuk memikirkan hanya Dale di masa sekarang. Selama Dale tersenyum bahagia, itu cukup, walau aku selalu berada di belakang layar.

Bagian ke-7 dan hari ke-7, akhirnya pada ulang tahun bapakku, yang dapat kuucapkan hanya doa. Terimakasih untuk teteh-teteh, para pakdenya Dale, teman-temanku, para rekan guru, yang selalu mensupport aku saat aku kesulitan menghadapi ayahku. Aku bisa dengan mudah mendoakan beliau, tanpa beban sekarang😘❤️

Seperti Daisy dan lelaki tokoh buku ke-7, kami bertugas mengabadikan kebahagiaan.   



Sunday, March 6, 2022

Marrying Daisy Bellamy Insight Day06

 


#maksakeunmaca

#onebookonemonth

#day06

Judul Buku: Marrying Daisy Bellamy

Penulis: Susan Wiggs

Jumlah Halaman: 533

Penerbit: Gramedia

Alih Bahasa: Nur Anggraini

Cetakan Agustus, 2014

Bagian Enam

Enam, angka favoritku. Diantara 7 buku yang kutulis, buku ke-6 berisi karakter favoritku. Begitu juga dengan buku ini. Sejauh 124 halaman, bagian ke-6 ini adalah favoritku. Karena akhirnya Julian mengajak terbang Daisy. Kencan yang tidak biasa. Tidak sama seperti kencan Daisy dengan Julian sebelumnya. Tidak dapat disebut kencan karena seringnya Julian menantang Daisy untuk melakukan berbagai petualangan seperti memanjat.

Kebersamaan Daisy dan Julian disebutkan di bagian 6 ini sebagai flash back. Bahwa yang terjadi saat itu, berbeda. Karena Julian telah menjadi seorang dewasa yang segalanya legal, termasuk mengemudikan pesawat terbang. Terbang memang sepertinya cocok untuk para adrenaline junkie. Mungkin aku setengah adrenaline junkie yang sejak kecil senang mengantri berjam-jam hanya untuk naik roller coaster berkali-kali atau naik Kora-Kora di dunia fantasi lalu duduk dipaling ujung karena rasanya begitu bebas dan luar biasa saat aku berada di ujung tertinggi wahana. Saat kecil, ketika aku masih diasuh oleh mendiang nenekku, kami selalu terbang ke Jogja setiap weekend, karena kakekku juga pilot di angkatan udara, jadi bolak balik Jogja, adalah hal biasa. Dan terbang juga hal yang biasa untukku. Sayangnya tokoh buku ke-6 takut ketinggian sejak gagal jadi pilot dan selamat dari kecelakaan yang meratakan bagian hidung body kijang yang dikemudikannya di jalan tol. Ada apa dengan aku dan kecelakaan. Itu cerita tokoh buku ke-6, lalu ditinggal meninggal karena kecelakaan oleh tokoh buku ke-1?! Naas ya, nasibku dulu.

Kencan Daisy dan Julian dapat dibilang sempurna, karena pada akhirnya Julian melamar Daisy. Dan yang menyenangkan adalah pertanyaanku di bagian-bagian sebelumnya apakah Julian tidak berpikir bahwa Daisy dan Charlie adalah satu paket, akhirnya terjawab. Justru Julian sangat berhati-hati terhadap Charlie karena ia merasakan pahitnya menjadi anak yang dibesarkan oleh orang tua tunggal. Setiap ia berharap ayahnya atau ibunya akan mempunyai pasangan baru untuk ia panggil mama atau papa, setiap kali harapannya harus pupus, karena ayahnya tidak pernah menikah karena terlalu sibuk dengan penelitian di kampusnya. Dan ibu Julian selalu merasa dirinya sendiri yang terpenting bersama dengan karir aktingnya sehingga juga tidak pernah menikah. Aku rasa selama ini aku aman tidak mengenalkan Dale dengan lelaki manapun kecuali yang terdekat adalah tokoh buku ke-6 yang terlihat menyukai Dale. Hanya dia yang sering terlihat menjemputku, karena belum sampai pada kesempatan kami melihat apakah kami punya masa depan, ia harus kulepaskan. Sebelum aku semakin hancur dengan kata-kata, perlakuan kasar, dan keegoisannya.

Mungkin buku ini memang harus kubaca karena aku selalu mencari tanda-tanda di semesta tentang apakah hidupku sudah sesuai jalan yang semestinya kutempuh. Hingga bagian ke-6, rasanya aku merasa penting untuk terus membaca buku ini. Menemukan emosi-emosi yang mungkin terjadi pada Dale dan mengantisipasi untuk berbagai masalah yang mungkin muncul. Itulah hidup seorang INFJ seperti aku. Menyerap emosi, dan berusaha mencari jalan terbaik untuk ditempuh. Sekali lagi, terima kasih Bude Anggi :*

Saturday, March 5, 2022

Marrying Daisy Bellamy Insight Day05

 


#maksakeunmaca

#onebookonemonth

#day05

Judul Buku: Marrying Daisy Bellamy

Penulis: Susan Wiggs

Jumlah Halaman: 533

Penerbit: Gramedia

Alih Bahasa: Nur Anggraini

Cetakan Agustus, 2014

Bagian Lima

Tentang Julian yang tidak mengenali bayangannya sendiri di cermin. Tentara yang begitu serius dan mempunyai tekad bulat. Ia belajar banyak bahwa masa lalu yang melibatkan orang tuanya, tidak dapat dikontrol, dan hanya masa depan yang bisa dikontrol. Ia belajar untuk memegang kendali penuh terhadap masa depannya, dengan menjalankan semuanya dengan baik-baik. Termasuk membiarkan kepribadian dirinya dibongkar dan disusun ulang agar lebih siap dan lebih tangguh terhadap kehidupan oleh sekolah militernya. Aku rasa itu satu hal yang tidak dapat aku mengerti. Bahwa akibat dari perbuatan orang tuaku, membuatku memilih jalan hidup yang salah (menurut kacamata orang). Yang kumau hanya hidup tenang tanpa penyesalan, jika hidupku baik-baik saja, tetapi ibu tiri dan adikku terkatung-katung, pertimbangan itu yang aku gunakan saat aku memilih untuk tetap bersama dengan mereka, bukannya malah meninggalkan mereka, untuk membereskan hidupku (perasaanku) yang dari dulu berantakan diobrak-abrik orang tuaku. Selagi bisa, aku bantu. Jikalau hidupku sekarang begini-begini saja, aku selalu bergidik membayangkan kehidupan satunya lagi jika kupilih. Hidup kejam yang tidak mempedulikan ibu anak butuh pertolongan. Walaupun aku keturunan psikopat, sosiopat, dan juga ketakutan akan menjadi salah satunya, ternyata aku malah dicap seorang Empath. Antara aku psikopat yang menjaga dengan baik kode-kode masyarakat, atau aku memang seorang Empath sejati, seperti Dale. Area abu-abu yang tidak pernah bisa dideteksi selain ahli yang benar-benar mendalami berbagai kondisi kejiwaan seseorang.   

Menyenangkan. Julian memilki keluarga yang menyenangkan. Semua diceritakan secara positif, bersamaan dengan pelantikannya menjadi letnan dua. Yang membuat seru adalah Julian akan ditugaskan untuk misi rahasia dan ia telah belajar lama tentang berbagai macam strategi militer. Strategi militer adalah dongeng favoritku yang selalu diceritakan oleh eyang yang marsma purnawirawan. Sosok ayah yang selalu mendukungku di saat semua orang putus asa denganku. Sekaligus sahabat terbaikku, teman WA-an ku setiap saat. Kehilangan almarhum, memberikan bekas asma yang kuidap sekali-sekali. Walaupun aku tidak pernah menderita asma sejak kecil. Psikis, kata psikiater. Mungkin supaya aku tidak putus-putus mendoakan eyang. Buku ini memang cocok diberikan untukku. Terima kasih bude Anggi :* (sang penutur Alih Bahasa)

Friday, March 4, 2022

Marrying Daisy Bellamy Insight Day04

 


#maksakeunmaca

#onebookonemonth

#day04

Judul Buku: Marrying Daisy Bellamy

Penulis: Susan Wiggs

Jumlah Halaman: 533

Penerbit: Gramedia

Alih Bahasa: Nur Anggraini

Cetakan Agustus, 2014

Bagian Tiga

Ketika Julian tahu Daisy tiba-tiba hamil. Tidak, bukan anaknya. Mereka hidup jauh terpisah dan sulit bertemu. Saat Daisy mengalami hal ini, Julian sedang terpuruk tidak mempunyai apa-apa bahkan hanya bisa menelpon Daisy dari telpon ibunya. Tetap berkabar via e-mail yang harus Julian akses dari perpustakaan kampusnya.

Yang menarik adalah Julian merasa Daisy menyelamatkan hidupnya hanya dengan memberi ide bahwa Julian bisa kuliah tanpa harus memiliki uang. Beasiswa yang mengandalkan otak briliannya keturunan sang ayah yang peneliti bintang-bintang. Aku rasa manusia memang budak kebaikan. Dengan mudah kita bisa jatuh cinta karena seseorang begitu baik. Ayahku dapat terus bersama dengan istri ketiganya karena beliau begitu baik. Diremehkan sebagai wanita, tetapi terus memberi bantuan. Tipe wanita yang bukan seperti diriku ataupun ibu tiriku. Kami cenderung memberi pelajaran atau meninggalkan laki-laki yang meremehkan kami. Sebagai pasangan, bukan untuk anak. Kalau dengan Dale, ya tidak mungkin ia meremehkanku. Sedikit saja aku terlihat murung, Dale bisa tutup pintu dan berbicara dari hati ke hati denganku ataupun menghiburku. Di usia yang begiu muda. Hanya 8 tahun. Bisa bayangkan Dale akan jadi lelaki dewasa yang baiknya bukan main, kan. Begitu juga saat aku menerima ayah Dale, seperti namanya, Budiman. Ya awalnya memang Budiman, baik hati. Siapa sangka bahkan orang tuanya sendiri tidak tahu bahwa ia mengidap Schizophrenia. Terkadang aku menyesal menjadi manusia yang terlalu perhatian terhadap detail-detail yang tidak dapat diketahui oleh orang banyak. Kalau bukan aku yang menemukan, orang tuanya tidak akan tahu bahwa ayah Dale mengidap penyakit kejiwaan itu. Hasil dari tontonannya melihat orang tuanya berlaku keras antara satu sama lain selama bertahun-tahun. Jika akhirnya ia begitu kasar, main tangan denganku, bukan hal yang aneh jika hal itu terjadi. Dan alas an aku dan Dale tidak dapat bersama dengan ayah Dale, cukup jelas. Itulah kenyataan. Aku masih tidak habis pikir kenapa Daisy tidak dapat bersama dengan Logan saja demi Charlie.

Mungkin di akhir buku, aku akan bisa memahami pilihan Daisy.

Bagian Empat

Charlie normal, seperti Dale. Anak laki-laki kecil, ya begitu simple. Sesimple Daisy berbicara dan bertanya banyak pada Charlie, Charlie hanya menjawab, “Yap”. Sepertinya satu kata itu adalah kata-kata favorit Charlie. Seperti Dale yang menjawab irit setiap kutanya dan dia sedang asik dengan PC-nya. “Yap”, “Yap”, ya begitu saja jawabannya.

Tentang Logan. Dan ternyata Daisy juga bertanya-tanya mengapa dirinya tidak bisa percaya bahwa ia, Logan dan Charlie dapat hidup bersama. Mungkin Daisy masih merasa jijik, saat Logan ingin melamarnya, kebetulan ada Julian, dan penting sekali sampai mereka berdua harus berkelahi. Hal yang tidak pernah terjadi padaku. Walau dalam sehari ada 4 lelaki yang menghampiriku, tidak sekalipun mereka berkelahi. Secemburu apapun salah satunya, ia hanya bisa keluar dari tempat tinggalku dan bersungut-sungut. Terkadang bersungut-sungut terhadap lelaki yang salah, teman-temanku. Ya. Aku teringat dengan salah satunya yang begitu cemburu, padahal aku tidak pernah menganggapnya serius karena dia suami orang dan dia hanya bekerja denganku. Akhirnya ia berakhir tidur di karpet bersama dengan teman laki-lakiku. Hanya teman laki-laki, tidak pernah terjadi apapun di antara kami. Terkadang kenyataan begitu lucu.

Begitu lucunya, sampai teman laki-lakiku ini ternyata bersikeras tetap ada di situ karena ia menyukaiku. Seperti penjaga pribadi yang merasa nyonyanya terancam diterkam buaya, pantas saja dia tetap diam disitu. Tidak juga pulang saat tahu aku didatangi suami orang. Tidak pernah terjadi apapun diantara kami, bahkan tidak satu ciuman pun. Walau sering ia bermalam di tempatku, hanya film-film yang habis ia tonton karena kabur dari kakak perempuannya saat ia harus kembali ke kampung halamannya meneruskan bisnis ayahnya. Ayahnya yang baru saja meninggal dunia, dan ia tidak ada disampingnya. Mungkin yang ia lakukan adalah seperti halnya Julian terhadap Daisy. Sekuat apapun kami saling menyukai, ia memilih tidak membuat masalah denganku. Bisa jadi karena ia pernah mencintaiku. Sepertinya memang cinta, karena akulah orang pertama yang dia telpon setelah terjadi gempa. Dan ia menangis saat tahu aku juga menyukainya, tetapi ia terlanjur meneruskan bisnis ayahnya, dan punya kehidupan yang tidak bisa ia tinggalkan di kampung halamannya. Dan cincin peninggalan nenekku sebagai simbol penjagaku, akan selalu cukup di jari manis lelaki penjagaku. Cincinnya cukup di jari manisnya. Dan ia menangis lagi, memelukku begitu erat sebelum pulang ke kampung halaman. Lalu suatu masa, ia kirim messenger padaku, betapa ia menyukaiku dan berniat membawaku ke kampung halamannya, ya mungkin aku bisa mengajar di LIA Palembang saat itu. Hidup itu mungkin saja terjadi.

Naas, suatu pagi. Baru saja ia pamitan akan ke kebun dengan motor trailnya, sekali-kalinya kukatakan hati-hati. Tidak lama kemudian, ia kecelakaan tertimpa motor trailnya, gegar otak dan harus digundul lalu dioperasi. Keluarganya mengabari aku, karena akulah nomor terbanyak dan terakhir yang dihubunginya. Kukerahkan setengah dari seluruh dunia gamer Castle Age di Facebook untuk berdoa untuknya, komunitas yang kami berdua miliki, berharap ia baik-baik saja. Doa mereka berhasil, dan ia baik-baik saja. Yang tidak baik adalah ingatannya. Ia lupa sudah mengajakku hidup bersama di kampung halamannya. Dan ia memilih menjalin hubungan dengan gadis yang dekat dengan keluarganya. Keluarganya begitu heran akan perubahan itu, dan kukatakan kepada adiknya. Biarkan ia mengingat sendiri. Tidak perlu diingatkan apa janjinya kepadaku. Mungkin aku perlu bersabar.

Ditengah penantian, aku bertemu dengan ayah Dale. Dan ditahun yang sama setelah ia tahu aku memiliki Dale, ia menikah. Mungkin memang cinta jika dapat menembus batas amnesia, setelah 3 tahun, ia mulai mengingat.

“Aku pernah bilang cinta padamu ya?”, tanyanya. “Aku mulai ingat sedikit-sedikit. OMG, Vie. What have I done?!”, begitu ia memanggilku. (Dulu katanya, “Vie, aku memanggilmu seperti itu, karena kamu adalah kehidupan itu sendiri.”)

Tanpa kujawab. Kataku,”Fokus pada anak istrimu. Tidak usah diingat-ingat, nanti kepalamu sakit”.

Dan kurasa ia tidak perlu mengingat-ingat. Kita tidak pernah bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta. Selang berapa lama, ia melakukannya lagi. Katanya, “Bahaya, nyaman dengan kamu”. Dan disitulah kami tahu bahwa kami harus berhenti, demi kehidupan kami masing-masing. Terutama keluarga utuhnya. Aku akan baik-baik saja dengan Dale, tanpanya. Jadi kami hanya bisa saling mengagumi karya kami masing-masing. Ia dan fotografinya. Aku dengan tulisan-tulisanku yang selalu ia harapkan dapat menulis. Cross-hobbies kami yang juga kami gemari.

Kalau Daisy bisa berakhir dengan Julian, tidak dengan kenyataan. Cinta tidak harus selalu hidup bersama, kan. Karena jika berakhir bersama, sebait kata itu tidak akan pernah tercipta. Peka sastraku, tumpul karenamu.