Showing posts with label #maksakeunmaca #onebookonemonth #marryingdaisybellamy. Show all posts
Showing posts with label #maksakeunmaca #onebookonemonth #marryingdaisybellamy. Show all posts

Monday, March 14, 2022

Marrying Daisy Bellamy Insight Day14

 


#maksakeunmaca

#onebookonemonth

#day14

Judul Buku: Marrying Daisy Bellamy

Penulis: Susan Wiggs

Jumlah Halaman: 533

Penerbit: Gramedia

Alih Bahasa: Nur Anggraini

Cetakan Agustus, 2014

Bagian Dua Belas

Daisy begitu beruntung ada Logan yang membantunya mengurus Charlie dan menemaninya melewati masa-masa duka atas kehilangan Julian. Aku terbiasa menghadapi semuanya sendiri. Hanya waktu-waktu tertentu aku butuh pendapat orang, yang seringnya tidak dapat menjawab pertanyaanku. Yang jelas dapat menjawab setiap pertanyaanku adalah almarhum eyang, dan baru-baru ini ayahku. Mungkin karena ia merasa satu-satunya orang yang akhirnya dapat memahaminya, yang dapat mengingatkannya akan hal-hal tentang almarhum ayahnya, adalah aku, anaknya yang dekat dengan ayahnya. Blood is thicker than water.

Daisy mulai merasakan sesuatu dengan Logan karena sudah lama tidak ada Julian. Jika pergi hanya sekedar bertugas bertahun-tahun, dapat ditunggu. Tapi Julian pergi untuk selamanya. Hal lumrah jika Daisy merasakan sesuatu dengan Logan, karena lelaki itu selalu ada. Kami wanita adalah budak kebaikan. Seindah apapun masa lalu, kami akan luluh dengan pria yang begitu baik. Begitu juga aku saat menunggu si lelaki amnesia. Ia tak kunjung ingat juga, dan disanalah Ayah Dale, mengincarku dan melamarku. Adalah hal yang langka terjadi pada wanita berumur 32 tahun untuk dilamar, mungkin karena begitu takut aku akan mati setelah operasi pengambilan tumor, jadi pikirnya, menikah lebih baik.

Kita tidak akan pernah tahu siapa seutuhnya pasangan kita, sebelum kita seatap selama 24 jam seminggu. Sedikit demi sedikit kutemukan kejanggalan yang berakhir kesimpulan oleh temanku yang psikiater bahwa ia mengidap schizophrenia. Sedikitnya itu menjelaskan perlakuan kasarnya yang membahayakan padaku. Yang kupikirkan hanya Dale di dalam rahimku, jadi menghindari ayahnya sementara, adalah keputusan yang aman dan tepat. Karena itu, aku tidak ingin terlalu keras kepada Dale, schizophrenia adalah genetic dan perlakuan keras semasa kecil, akan memicu efek kekerasan di usia dewasa. Seperti child trauma yang dialami oleh ayah Dale. Ada apa denganku dan kematian. Teman psikiaterku itu, meninggalkanku di usia belum 40 tahun. Kami dulu sesama pejuang tumor payudara. Aku selamat dan yang kupunya tidak ganas, ia akhirnya dikalahkan oleh kankernya. Ciri khas INFJ, begitu dekat dengan kematian, kehilangan, dan menguatkan perasaan.       

Marrying Daisy Bellamy Insight Day13



#maksakeunmaca

#onebookonemonth

#day13

Judul Buku: Marrying Daisy Bellamy

Penulis: Susan Wiggs

Jumlah Halaman: 533

Penerbit: Gramedia

Alih Bahasa: Nur Anggraini

Cetakan Agustus, 2014

Bagian Dua Belas

Daisy akhirnya mulai dapat bekerja dengan perasaan normal setelah kematian Julian, dalam selang waktu yang cukup lama. Perasaan Daisy yang digambarkan, cocok ketika aku kehilangan tokoh buku ke-6, setelah ia menunggu selama 3 tahun seandainya aku gila dan memeluk keyakinannya, mungkin saat itu ia akan melamarku. Rahasia yang tidak kuketahui, yang baru saja kuketahui dari temannya, sebelum temannya menghembuskan napas yang terakhir. Temannya tidak ingin menyimpan rahasia itu. Kusimpan baik-baik, kawan. Tapi kusimpan saja, tidak akan kucari tokoh buku ke-6 itu, biar kujadikan beberapa buku, haha...

Waktulah yang menyembuhkanku, sudah 3 tahun, aku dengan mudah menceritakan dirinya, tanpa merasa napasku terhenti secara paksa. Lalu 2 lelaki dari buku pertama. Lelaki yang pertama dikenalku tahun 2007 ketika pertama menemuinya, setelah selama 7 tahun berteman secara online dan jaringan CC serta masih bingung antara berkabung atau bangga dengan salah satu rekan kami yang berhasil membobol Pentagon. Setengah jaringan ini, mati bersama dirinya saat ia kecelakaan mobil, tidak lama setelah 3 bulan kami menjalin hubungan. Karena semua serba rahasia, akupun menggunakan nama samaran laki-laki, tidak ada yang mengira kami berhubungan, bertemu dan berkencan.

Bukan karena hubungan yang kupunya dengannya, tapi ia mentorku, sahabat, dan sekaligus kekasihku pada akhirnya. Darinya aku belajar meretas akun di social media. Untuk jaga-jaga, katanya. Semisal di masa depan, ada yang ingin mencurangimu. Dan kata-katanya terbukti bahkan 7 tahun setelah ia tiada, saat aku terpaksa meretas akun social media ayah Dale untuk menemukan bahwa ia menyelingkuhiku saat aku sedang mengandung Dale. Tanpa sengaja, satu akun terbuka di hapeku, akun-akun berikutnya baru terpaksa aku retas. Terbongkar sudah bagaimana cara ia mendapatkan uang dengan menipu para orang tua yang hidup dari dana pensiun di luar negeri, dan kejahatan-kejahatan lainnya sebagai conman. Walau ia telah tiada, setengah jaringannya masih dapat melacak keberadaan ayah Dale dan terus terang membuat ayah Dale cukup menderita dari Bandung, ia harus kabur ke Jakarta. Salah tempat, itu tempat lahirku, mati kutu dia dibuat oleh teman-temanku. Lalu lari ke Bangka Belitung yang lebih salah tempat karena merupakan tempat lahir dan markas besar kekasihku yang telah meninggal itu. Ketika ia kabur ke Kalimantan, nah disinilah aku tidak dapat lagi melacaknya. Jadi mudah setiap memberitakan pada Dale (walau ia sendiri merasa belum ingin tahu kemana ayahnya), if you wanna know where Daddy is, he’s in Borneo, maybe an Anaconda ate him. Dan Dale biasanya seperti otomatis tuli tidak mendengar karena sekali ia pernah katakan, jangan kasih tau aku, nanti panik. Lucu sekali jawaban anak umur 6 tahun. 

Kamu beruntung, nak, ada mommy yang bisa kautanya. Dulu aku umur 4 tahun sendiri, dan tidak tahu cara bertanya, ataupun diberikan petunjuk cara bertanya. Berada di dalam kegelapan sampai tahu caranya menulis tentang kepribadian ganda. Jauh sebelum ada internet, jauh sebelum bisa menonton ataupun membaca cerita-cerita seperti Split. Ketika kuberumur 11 tahun lebih tepatnya, saat ayah…

Saat setelah mendengar berita kecelakaannya memang tidak mudah, karena walaupun berhubungan hanya 3 bulan, tetapi aku sudah mengenalnya selama 7 tahun. Dari dulu aku selalu nyaman dengan orang yang kukenal sudah lama. Lucunya mantan-mantanku mengira aku adalah wanita yang gampang membuka diri. Tentu tidak, hati wanita begitu dalam, bahkan setelah sekian tahun mengenalku, banyak dari mereka yang akhirnya mengerti, aku terlalu dalam untuk diselami.

Tidak mudah tetap merasa normal setelah ditinggal meninggal kekasih, aku mengerti perasaan Daisy. Bude Anggie memang tepat memberikan buku ini untukku. Sampai sekarang aku masih mengingat 22 Januari dengan secangkir kopi dan tanpa rokok. Cukup berat saat itu untuk berhenti merokok, karena hal itu dan kopi, mengingatkanku padanya. Tapi Dale baru saja muncul diperutku, saatnya berhenti, demi masa depannya. Mudah ya, kalau berkorban untuk orang lain. Agak sulit untuk berbuat baik demi diri sendiri. Ciri khas INFJ.    

Siapa kira ilmunya membuatku mudah menyalin program komputer yang digunakan oleh IT panggilan kantor pertamaku, membuatku menyandang gelar manajer hanya dengan lulusan SMA (saat aku belum selesai kuliah) karena pemiliknya merasa tidak perlu memanggil sang IT lagi. Hanya karena aku sudah menguasai programnya, siap memberi pelatihan kepada para karyawan, mengawasi dan menjaga sistemnya tetap berjalan. 7 tahun online dan 3 bulan nyata, bekasnya begitu berguna sampai kesekian kali hubunganku.

Lalu lelaki ke-2 yang telah dua kali kusebut dalam insight-insightku. Tidak mudah menerima bahwa dirinya amnesia dan lupa akan janji-janjinya padaku. Bahwa aku harus bersabar hingga 2 tahun sebelum akhirnya aku bertemu dengan ayah Dale. Tapi lihat aku sekarang, cukup kuat untuk menulis tentangnya. 11 tahun lalu, sulit menulis tentangnya tanpa berlinang air mata.

Ya, aku tahu perasaan Daisy, saat kehilangan Julian.    

Saturday, March 12, 2022

Marrying Daisy Bellamy Insight Day12

 


#maksakeunmaca

#onebookonemonth

#day12

Judul Buku: Marrying Daisy Bellamy

Penulis: Susan Wiggs

Jumlah Halaman: 533

Penerbit: Gramedia

Alih Bahasa: Nur Anggraini

Cetakan Agustus, 2014

Bagian Sebelas

Tentang bagaimana Daisy yang kehilangan Julian, berusaha untuk tetap hidup demi Charlie, alasannya untuk hidup. Itu pula yang kurasakan, Dale adalah alasan aku untuk tetap hidup. Apalagi setelah eyang meninggal, rasanya seperti kehilangan satu-satunya orang tua, sekaligus sahabat, sekaligus support system. Ayahku berusaha dengan sekuat tenaga agar aku tidak merasa kehilangan. Karena itu setelah 20 tahun, beliau memintaku kembali tinggal dengannya, walau dengan awal yang seperti biasa beliau begitu keras kepadaku seolah-olah aku anak laki-lakinya, tapi kulihat akhirnya ia berusaha untuk melihatku sebagai wanita dewasa (41 sudah bukan umur yang muda lagi untuk diperlakukan seperti anak kecil). Juga supaya aku satu atap dengan Dale, alasanku untuk hidup. Mungkin bapak banyak mendengar ilusi tentang 3 kali percobaanku untuk bunuh diri. Jauh sebelum aku melahirkan Dale.

Anak-anak seperti Charlie dan Dale memang simple. Tapi tidak pernah kutemukan Dale melakukan hal yang naif seperti Charlie, memanjat pohon demi dapat bertemu Julian di surga. Separah-parahnya Dale tidak kuat dengan suara hujan yang berisik dan menyakiti telinganya, ia tetap tahu bahwa hujan tidak dapat dihentikan dengan remote control (Karena kusuruh ia menggunakan salah satu remote control untuk menhentikan hujan). Lalu katanya,”You’re silly. We can’t stop the rain with a remote control”, tangisnya berubah menjadi senyum. Lalu, untuk apa bertanya hujan kapan berhentinya, Dale?

Bagian Dua Belas

Ilusi bahwa hidup itu indah, adalah keahlian Daisy. Sementara, ilusi bahwa setiap orang adalah baik, serta kedamaian dan ketentraman dapat dijaga tetap ada, adalah keahlianku. Ya, mungkin aku si penjaga perdamaian. Jika seseorang berkata buruk tentang seseorang lainnya, jangan harap orang lainnya tersebut akan mengetahuinya dari mulutku. Rahasia yang kubawa sampai mati. Kecuali rahasia perlu dijual dan membeli perdamaian, itu akan aku lakukan. Aku, si penghindar konflik.

Friday, March 11, 2022

Marrying Daisy Bellamy Insight Day11

 


#maksakeunmaca

#onebookonemonth

#day11

Judul Buku: Marrying Daisy Bellamy

Penulis: Susan Wiggs

Jumlah Halaman: 533

Penerbit: Gramedia

Alih Bahasa: Nur Anggraini

Cetakan Agustus, 2014

Bagian Sepuluh

Julian hampir tertangkap karena rekannya, Ramos, terpaksa menyerahkan diri demi Julian dapat lolos. Misi berikutnya sudah dapat ditebak bahwa mereka akan kembali untuk diam-diam menjemput Ramos. Naas, helikopter yang membawa Julian ke pangkalan, terlempar granat dan tanpa pikir panjang, Julian melempar granatnya keluar helikopter. Selamat! Tetapi hanya sementara, ternyata ia jatuh bebas menginjak langit tak berdasar.

Sementara Daisy sedang gembira saat mengepas gaun pengantinnya, juga mendapat kejutan dari Julian yang menitipkan tudung pengantin di butik gaun pengantin itu, sebelum Julian berangkat ke Kolombia. Benar-benar kejutan yang indah dari calon pengantin pria. Namun kebahagiaan Daisy harus dihentikan secara paksa, saat ia mendapat kabar tentang Julian.

Bagian Sebelas

Seperti kata almarhum eyang, saat suami yang seorang tentara keluar pagar, siap-siaplah sang istri menjadi janda. Keuntungan menjadi tentara adalah dirimu tahu dengan baik bahwa sewaktu-waktu kamu tidak akan pulang menemui istri dan anak-anakmu. Mungkin itu yang menyebabkan almarhum eyang menghentikan pendidikan pilot ayahku di Curug. Dengan tiba-tiba. Ia tidak ingin ayahku mengalami hal yang sama dengan dirinya. Menyiapkan surat yang sudah ditulis, disimpan, dan diberikan ke keluarga jika sewaktu-waktu ia gugur di udara atau di medan perang. Begitu juga dengan Daisy, ia membaca surat yang ditulis Julian saat ia masih ada, jika sewaktu-waktu Julian mati. Helikopter yang membawa Julian, jatuh ke laut dan tidak dapat ditemukan jasad-jasad kecuali bangkai helikopter yang tertaut di dalam palung laut.

Thursday, March 10, 2022

Marrying Daisy Bellamy Insight Day10

 


#maksakeunmaca

#onebookonemonth

#day10

Judul Buku: Marrying Daisy Bellamy

Penulis: Susan Wiggs

Jumlah Halaman: 533

Penerbit: Gramedia

Alih Bahasa: Nur Anggraini

Cetakan Agustus, 2014

Masih Bagian Sembilan

Bercerita tentang Julian yang menjalani misi rahasianya untuk memberantas jaringan pengedar narkoba di Kolombia. Bayangkan betapa berbedanya Julian menjadi orang dewasa yang jauh dari masa remajanya. Bekas pemakai, ikut rehab, lepas dari obat, dan menjadi pihak legal yang akan menghentikan lingkaran setan yang merenggut masa depan cemerlang para remaja seperti dirinya dulu. Ia merasa bersyukur karena mendapat kesempatan menjadi tentara angkatan udara. Dan berbekal kepintaran yang diwarisi ayahnya sang peneliti bintang-bintang, tidak sulit bagi Julian untuk menjadi calon agen rahasia handal. Dibarengi dengan kegemarannya menjadi adrenaline junkie dan tubuh atletis yang diwarisi ibunya, Julian menjadi tentara yang sempurna.

Terus terang, ketimbang membaca kisah cintanya, aku lebih tertarik dengan misi-misi rahasia dan strategi militer yang dijalani oleh Julian. Ya mungkin ada sedikit darah eyang yang tentara, atau eyang berhasil mencuci otakku dengan semua ceritanya tentang para tokoh militer, dan para ahli strategi perang. Buku ini memang cocok untukku, sekali lagi, terimakasih Bude Anggie :*  

Wednesday, March 9, 2022

Marrying Daisy Bellamy Insight Day09

 


#maksakeunmaca

#onebookonemonth

#day09

Judul Buku: Marrying Daisy Bellamy

Penulis: Susan Wiggs

Jumlah Halaman: 533

Penerbit: Gramedia

Alih Bahasa: Nur Anggraini

Cetakan Agustus, 2014

Bagian Sembilan

Yang kupelajari dari cara Julian dan Daisy menjelaskan kepada Charlie bahwa mereka berdua akan menikah dan Logan akan tetap menjadi ayahnya juga, adalah anak-anak begitu simpel. Begitu juga dengan Dale, dengan mudah kutanyakan, apakah ia ingin punya ayah selain kakeknya. Ia jawab, tidak. Dale tunjukkan bagaimana mudahnya hanya mengisi kolom ciri-ciri ibu, sementara ia dapat mengosongkan kolom ciri-ciri ayah, kakak, dan adik. Cepat kan, katanya. Ya mungkin karena ia anak lelaki seperti Charlie, jadi tidak ada kerumitan seperti yang ada di kepalaku sejak aku berumur 4 tahun.

Melepas calon suami ataupun suami yang bekerja sebagai tentara adalah begitu sulit. Seperti yang dilakukan Daisy terhadap Julian. Aku sangat mengerti hal ini, karena eyang adalah pilot angkatan udara. Dan baginya, saat di mana ia melangkah keluar dari pagar rumah untuk bertugas, maka istrinya harus siap menjadi janda. Itu dari kacamata seorang pekerja militer. Sementara ayahku berkata, komitmen menikah adalah mudah, di luar rumah terkadang laki-laki maupun wanita akan berlaku berbeda seperti tidak memegang komitmen pernikahannya. Memang tidak mudah menyatukan 2 isi kepala. Aku tahu apa pemikiran ayahku, aku tahu apa pemikiran ibu tiriku. Keduanya hanya saling salah paham yang tidak dapat terselesaikan. Saling curiga, dan yang memulai cinta, begitu gengsi untuk mempertahankan cintanya. Perlu diingat-ingat, wanita juga dites sampai mana akan mempertahankan cintanya kepada laki-laki, jika ia yang memulai duluan. Satu hal yang tidak pernah akan aku lakukan. Sesuka apapun aku kepada seorang lelaki, aku cenderung diam.

Sampai aku menemukan bahwa aku INFJ, bahwa setiap rasa yang aku miliki terhadap seorang lelaki, adalah rasa lelaki itu sendiri. Jadi kubiarkan lelaki yang mendekati, biarkan mereka yang memulai, aku hanya perlu menjaga cinta mereka.

Jadi kalau kubilang pada laki-laki buku ke-4, adalah bahwa ia berhak untuk mulai mencintai, ia tidak punya hak untuk menghentikannya, karena ia yang memulai, ia yang harusnya mempertahankannya. Bagiku, begitu mudah. Saat ia berkata tidak kuat, tertangkap selingkuh, atau hal lainnya. Kutanyakan kembali apa komitmen barunya. Itulah yang akan kujalani. Mudahnya menjadi wanita 😊

Marrying Daisy Bellamy Insight Day08

 


#maksakeunmaca

#onebookonemonth

#day08

Judul Buku: Marrying Daisy Bellamy

Penulis: Susan Wiggs

Jumlah Halaman: 533

Penerbit: Gramedia

Alih Bahasa: Nur Anggraini

Cetakan Agustus, 2014

Bagian Delapan

Sepertinya aku mulai mengerti apa yang dipikirkan Daisy mengapa ia lebih memilih menerima lamaran Julian, cintanya yang tidak pernah bersatu, dibanding menerima lamaran Logan, ayah Charlie, yang jelas mereka dapat menjadi keluarga utuh yang bahagia bersama. Terbukti sepanjang 134 halaman, Daisy dan Logan berhasil dengan baik membesarkan Charlie menjadi anak yang hebat. Karena beberapa hari ini aku menemukan beberapa kasus yang membuatku mengerti mengapa Daisy menerima lamaran Julian.

Melihat kasus dari kedua pria yang kutulis di buku ke-1, aku dapat merasakan apa yang dirasakan Julian. Kasus pertama adalah pria tersebut sepertinya memiliki ketertarikan yang tidak biasa terhadap saudara perempuannya. Bisa dibilang mereka adalah sepupu jauh yang sempat diasuh di satu rumah seperti adik kakak. Mereka saling memperhatikan dan care satu sama lain, bahkan menghabiskan sebagian masa kecil bersama karena orang tua mereka harus bekerja dan yang satunya dibesarkan oleh ayah tunggal. Sehingga mereka sering dititipkan di salah satu rumah tetua dan diasuh dengan sangat baik. Ketika sang adik sepupu mulai masuk sekolah, ia tidak pernah bertemu lagi dengan kakak sepupu laki-lakinya tersebut, karena ayahnya memutuskan untuk menjauh dari keluarga setelah menikah lagi. Sang gadis kecil hanya memiliki keluarga kecilnya, ayah, ibu tiri, dan kemudian ada adik satu ayah.

Setelah mereka berdua kuliah dan kerja, mereka ternyata bertemu di kota yang sama. Kebetulan sang adik perempuan tinggal sendiri karena ayahnya menikah untuk yang ketiga kali. Sang pria merasa senang bertemu dengan adik perempuan sepupu favoritnya. Ia selalu menyayanginya sejak mereka masih anak-anak, merasa selalu bertanggung jawab dikarenakan ia anak paling kecil diantara 2 bersaudara laki-laki, sehingga ide memiliki adik perempuan, selalu merupakan ide yang menyenangkan untuknya.

Saat bertemu, kangen kata sang pria, lalu ia mengecup pipi adik sepupunya. Adiknya hanya tersenyum kegirangan karena merasa punya kakak laki-laki, tampan ya bonus. Mulai dari sering jemput, sering diajak kencan bareng dengan pacar sang lelaki, adik perempuannya yang enjoy-an orangnya, ya manut saja. Sampai suatu ketika sang adik perempuan merasa perubahan aneh saat kakaknya ini rebahan disebelahnya. Dikiranya sang kakak demam, dan diberikan obat lalu disuruh istirahat.

Selang beberapa waktu, sang adik baru mengerti apa arti demam sang kakak waktu itu. Ternyata karena terlalu sayang, sang kakak merasa lebih dari sekedar kakak dan dibuktikannya dengan ketertarikannya secara fisik. Baru saja sang adik sembuh dari sakit tipus, sang kakak mengecupnya, di bibirnya. Tentu saja sang adik merasa heran dan akhirnya dia mengerti apa arti demam sang kakak waktu itu. Tubuhnya membara ketika berada dekat dengan adiknya. Selanjutnya, terkadang mereka melakukannya, kakak yang merasa terlalu sayang, dan adik yang merasa butuh sosok seorang laki-laki sebagai pelindung. A woman with a daddy issue.

Karena kecocokan mereka secara fisik, dan kedalaman kasih sayang yang tidak tergambarkan oleh kata-kata, suatu saat sang kakak bertanya iseng bagaimana jika mereka menikah. Belum juga sang adik menjawab bahwa itu mungkin dilakukan, karena mereka adalah sepupu jauh berbeda nenek, sang kakak menjawab sekenanya, ia begitu takut dimarahi oleh para tetua. Sang adik hanya merasa, kakaknya tidak niat berlaku sebagai laki-laki. Ya sudah begitu saja.

Sang adik berusaha menghindari setiap sang kakak minta bertemu, karena sang adik menyadari, sebagaimanapun mereka saling melengkapi, fisik dan jiwa, sang kakak tidak akan pernah berniat menjalankan masa depan berdua. Sang adik yang tidak naif, memilih tidak membuang-buang waktu dengan kakaknya. Karena yang terjadi biasanya hanya keintiman.

Hingga akhirnya mereka terpisah lagi dan hidup berbeda negara, sang kakak merasa selalu rindu kepada adiknya, dan tubuhnya kembali membara. Naasnya sang kakak sudah memiliki istri dan tiga anak. Jadi wanita yang logis itu berusaha menolak affair yang mungkin terjadi. Karena ia sayang kakaknya, dan tidak ingin mengganggu masa depannya yang cemerlang.        

Ok, itu cerita tentang laki-laki pertama di buku ke-1. Lelaki yang berikutnya, pernah kusebutkan di insight sebelumnya, bahwa ia amnesia dan setelah menikah dan memiliki anak, tiba-tiba ia teringat pernah mencintai wanita teman kuliahnya, yang disukainya selama lebih dari 5 tahun. Bahkan mengajaknya menikah, sebelum ia kecelakaan dan amnesia. Namun karena lelaki ini begitu sholeh, dan tahu bahwa dirinya akan selalu luluh terhadap wanita ini, bersama dengan wanita yang masih single tersebut, mereka berusaha menjaga jarak dan hanya saling mengagumi dari jauh. Mengagumi, hanya dihati dan bukan selingkuh lalu berdosa, kan. Aman, demi kehidupan sang lelaki.

Aku berdiskusi dengan bapakku pagi ini, tentang kasus mereka. Katanya, yang amnesia pasti merasa begitu dalam, sampai cintanya bisa menembus amnesia. Kasihan juga, katanya. Tiba-tiba terbangun dan merasa yang dijalani bukan hidupnya. Lebih baik kamu support sebagai teman, ia punya kesedihan dan penyesalan yang begitu dalam. Semoga ia tidak sadar, bahwa semua kesempurnaan yang ia coba raih, adalah kompensasi hal yang tidak bisa dia gapai. Sebagai lelaki yang baru saja menginjak umur 66 tahun dan sudah menikah 3 kali, baru kutemukan kebijaksaan yang sama pada diri ayahku. Begitulah juga aku mencoba selalu bersikap.

Kalau soal laki-laki yang pertama, katanya. Itu masalah sikap, dia hanya tidak berani, saat itu untuk memilih hidup bersama adik sepupu jauhnya, walaupun mungkin. Baiknya keduanya memang fokus pada anak istrinya yang ada sekarang, dan jangan lagi berandai-andai dengan wanita-wanita tersebut. Kamu sebagai single dengan 1 anak, hindari laki-laki yang tidak dapat mengambil keputusan. Kecuali dia berniat menjadikan kamu istri berikutnya lalu siap membiayai hidupmu dan anakmu, bapak tidak bisa ikut campur, katanya. Hidup bapak dan hidupmu pendek. Tentukan hanya dengan lelaki yang bersikap jelas.   

Dan itu mengingatkanku pada tokoh buku ke-7 yang merasa tetap akan melakukan affair dengan wanita yang pernah disukainya jauh sebelum ia menikahi istrinya. Ia terlambat tahu bahwa wanita tersebut juga menyukainya, setelah ia menikahi istrinya dan memiliki 2 anak. Karena wanita tersebut masih sendiri, dan kehidupan tidak ramah padanya, ia merasa perlu tetap menjaga dan menyayangi wanita tersebut. Mungkin juga dikarenakan oleh nalurinya sebagai dokter yang cenderung ingin menolong orang tanpa mengharap imbalan. Affairnya hanya berbentuk tulisan, kata-kata, dan suara. Karena mereka tidak berasal dari bangsa yang sama, prinsip mereka selalu berbeda. Wanita itu dan diriku tidak habis pikir akan keputusan laki-laki yang tidak berasal dari Indonesia ini, untuk tetap melakukan affair, walaupun secara kehidupan pernikahan, ia begitu bahagia dan tidak ada masalah.

Kami sebagai wanita, memandang laki-laki tersebut sebagai munafik. Ia mencintai 2 wanita, tetapi ia berusaha menyembunyikan salah satunya, selamanya. Walaupun ia akan melepas wanita tersebut jika wanita tersebut berniat menikahi laki-laki lain. Aku hanya berharap agar wanita tersebut tidak jatuh cinta dan terperangkap, sementara, nikmati saja layanan gratis kesehatannya, hahaha…

Kalau bapakku bilang, pagi ini. Rumput tetangga lebih ijo. Wanita yang single, selalu kelihatan menggiurkan. Lalu kasus terakhir adalah yang terjadi pada buku ke-3. Ia melakukan affair sesaat karena menemukan wanita yang mirip dengan mantan pacarnya yang juga dihantam badai kehidupan.

Ada rasa penyesalan karena hidupnya begitu normal dan menyenangkan dengan istri dan 2 anak. Sementara tidak yang dialami mantan pacarnya.

Rasa ini menjadikannya ingin melampiaskan kasih sayangnya kepada wanita yang mirip tersebut, berulang-ulang ia inginkan. Sementara sang wanita sangat mengerti laki-laki. Sekali ia beri, berikutnya biasanya laki-laki akan pergi dan menghilang. Tapi tidak yang terjadi pada wanita tersebut. Mereka selalu ingin kembali, dan wanita tersebut harus selalu lari tunggang langgang menghindari mereka. Menghindari masalah dengan rumah tangga orang.

Dari 4 kasus tersebut, ya, akhirnya aku mengerti mengapa Daisy menerima Julian, ya menghindari terjadinya 4 kasus naas tersebut. Haha!

Kalau kata bapakku: memang dalamnya hati, kamu tahu sedalam apa dasarnya?!

Monday, March 7, 2022

Marrying Daisy Bellamy Insight Day07

 


#maksakeunmaca

#onebookonemonth

#day07

Judul Buku: Marrying Daisy Bellamy

Penulis: Susan Wiggs

Jumlah Halaman: 533

Penerbit: Gramedia

Alih Bahasa: Nur Anggraini

Cetakan Agustus, 2014

Bagian Tujuh

Ketika Daisy menyadari lagi bahwa Charlie adalah alasannya untuk tetap hidup, alasannya memilih kampus dan tempat pekerjaan, supaya Charlie tetap dapat dekat dengan ayahnya. Daisy menyadari bahwa Charlie membutuhkan itu semua, begitu besar cintanya pada Charlie, sampai ia menyadari, atau menurutku, lebih tepatnya, belum menemukan alasan yang pas untuk menerima lamaran Julian dan menempatkan di mana Charlie akan dibahagiakan dengan keputusannya. Aku yakin dengan membaca lebih banyak, aku akan menemukan alasan yang kuat untuk Daisy memutuskan bersama dengan Julian dan juga pastinya adalah keputusan yang terbaik bagi Charlie.

Sejauh ini, alasan Daisy untuk tetap hidup adalah alasan yang sama dengan yang kupunya, Dale adalah alasan aku tetap hidup. Seperti yang pernah kukatakan, aku begitu membenci hidupku sejak umur 4 tahun menemukan ayahku punya banyak pacar, memutuskan untuk tidak percaya dengan ibu dirumah yang kutahu bukan ibu kandungku, dan tidak merasa percaya kepada bapak yang selalu terasa jauh dariku. Lalu berbagai macam kekecewaanku terhadap bapakku ketika ia harus absen selama hampir 20 tahun dari hidupku. Ditinggal hanya dengan ibu tiri dan adikku, aku merasa terbuang. Apalagi melihat perangai bapak yang begitu keras dan berlidah seperti tidak makan sekolahan. Saat aku mengambil keputusan untuk mengambil tanggung jawabnya membantu istri dan anaknya, yang kupikirkan hanya membantu orang terdekat saat aku bisa. Dan jika bapak tiba-tiba merasa perlu mengasuh Dale selama 7 tahun, seperti yang kubilang, merasa tidak perlu ada untuk 2 anak perempuan, tetapi merasa perlu mengasuh cucu laki-laki pertama. Aku tidak tahu itu kenyataan hidup atau proses beranjak dewasa. Tapi aku memilih untuk memikirkan hanya Dale di masa sekarang. Selama Dale tersenyum bahagia, itu cukup, walau aku selalu berada di belakang layar.

Bagian ke-7 dan hari ke-7, akhirnya pada ulang tahun bapakku, yang dapat kuucapkan hanya doa. Terimakasih untuk teteh-teteh, para pakdenya Dale, teman-temanku, para rekan guru, yang selalu mensupport aku saat aku kesulitan menghadapi ayahku. Aku bisa dengan mudah mendoakan beliau, tanpa beban sekarang😘❤️

Seperti Daisy dan lelaki tokoh buku ke-7, kami bertugas mengabadikan kebahagiaan.   



Sunday, March 6, 2022

Marrying Daisy Bellamy Insight Day06

 


#maksakeunmaca

#onebookonemonth

#day06

Judul Buku: Marrying Daisy Bellamy

Penulis: Susan Wiggs

Jumlah Halaman: 533

Penerbit: Gramedia

Alih Bahasa: Nur Anggraini

Cetakan Agustus, 2014

Bagian Enam

Enam, angka favoritku. Diantara 7 buku yang kutulis, buku ke-6 berisi karakter favoritku. Begitu juga dengan buku ini. Sejauh 124 halaman, bagian ke-6 ini adalah favoritku. Karena akhirnya Julian mengajak terbang Daisy. Kencan yang tidak biasa. Tidak sama seperti kencan Daisy dengan Julian sebelumnya. Tidak dapat disebut kencan karena seringnya Julian menantang Daisy untuk melakukan berbagai petualangan seperti memanjat.

Kebersamaan Daisy dan Julian disebutkan di bagian 6 ini sebagai flash back. Bahwa yang terjadi saat itu, berbeda. Karena Julian telah menjadi seorang dewasa yang segalanya legal, termasuk mengemudikan pesawat terbang. Terbang memang sepertinya cocok untuk para adrenaline junkie. Mungkin aku setengah adrenaline junkie yang sejak kecil senang mengantri berjam-jam hanya untuk naik roller coaster berkali-kali atau naik Kora-Kora di dunia fantasi lalu duduk dipaling ujung karena rasanya begitu bebas dan luar biasa saat aku berada di ujung tertinggi wahana. Saat kecil, ketika aku masih diasuh oleh mendiang nenekku, kami selalu terbang ke Jogja setiap weekend, karena kakekku juga pilot di angkatan udara, jadi bolak balik Jogja, adalah hal biasa. Dan terbang juga hal yang biasa untukku. Sayangnya tokoh buku ke-6 takut ketinggian sejak gagal jadi pilot dan selamat dari kecelakaan yang meratakan bagian hidung body kijang yang dikemudikannya di jalan tol. Ada apa dengan aku dan kecelakaan. Itu cerita tokoh buku ke-6, lalu ditinggal meninggal karena kecelakaan oleh tokoh buku ke-1?! Naas ya, nasibku dulu.

Kencan Daisy dan Julian dapat dibilang sempurna, karena pada akhirnya Julian melamar Daisy. Dan yang menyenangkan adalah pertanyaanku di bagian-bagian sebelumnya apakah Julian tidak berpikir bahwa Daisy dan Charlie adalah satu paket, akhirnya terjawab. Justru Julian sangat berhati-hati terhadap Charlie karena ia merasakan pahitnya menjadi anak yang dibesarkan oleh orang tua tunggal. Setiap ia berharap ayahnya atau ibunya akan mempunyai pasangan baru untuk ia panggil mama atau papa, setiap kali harapannya harus pupus, karena ayahnya tidak pernah menikah karena terlalu sibuk dengan penelitian di kampusnya. Dan ibu Julian selalu merasa dirinya sendiri yang terpenting bersama dengan karir aktingnya sehingga juga tidak pernah menikah. Aku rasa selama ini aku aman tidak mengenalkan Dale dengan lelaki manapun kecuali yang terdekat adalah tokoh buku ke-6 yang terlihat menyukai Dale. Hanya dia yang sering terlihat menjemputku, karena belum sampai pada kesempatan kami melihat apakah kami punya masa depan, ia harus kulepaskan. Sebelum aku semakin hancur dengan kata-kata, perlakuan kasar, dan keegoisannya.

Mungkin buku ini memang harus kubaca karena aku selalu mencari tanda-tanda di semesta tentang apakah hidupku sudah sesuai jalan yang semestinya kutempuh. Hingga bagian ke-6, rasanya aku merasa penting untuk terus membaca buku ini. Menemukan emosi-emosi yang mungkin terjadi pada Dale dan mengantisipasi untuk berbagai masalah yang mungkin muncul. Itulah hidup seorang INFJ seperti aku. Menyerap emosi, dan berusaha mencari jalan terbaik untuk ditempuh. Sekali lagi, terima kasih Bude Anggi :*

Saturday, March 5, 2022

Marrying Daisy Bellamy Insight Day05

 


#maksakeunmaca

#onebookonemonth

#day05

Judul Buku: Marrying Daisy Bellamy

Penulis: Susan Wiggs

Jumlah Halaman: 533

Penerbit: Gramedia

Alih Bahasa: Nur Anggraini

Cetakan Agustus, 2014

Bagian Lima

Tentang Julian yang tidak mengenali bayangannya sendiri di cermin. Tentara yang begitu serius dan mempunyai tekad bulat. Ia belajar banyak bahwa masa lalu yang melibatkan orang tuanya, tidak dapat dikontrol, dan hanya masa depan yang bisa dikontrol. Ia belajar untuk memegang kendali penuh terhadap masa depannya, dengan menjalankan semuanya dengan baik-baik. Termasuk membiarkan kepribadian dirinya dibongkar dan disusun ulang agar lebih siap dan lebih tangguh terhadap kehidupan oleh sekolah militernya. Aku rasa itu satu hal yang tidak dapat aku mengerti. Bahwa akibat dari perbuatan orang tuaku, membuatku memilih jalan hidup yang salah (menurut kacamata orang). Yang kumau hanya hidup tenang tanpa penyesalan, jika hidupku baik-baik saja, tetapi ibu tiri dan adikku terkatung-katung, pertimbangan itu yang aku gunakan saat aku memilih untuk tetap bersama dengan mereka, bukannya malah meninggalkan mereka, untuk membereskan hidupku (perasaanku) yang dari dulu berantakan diobrak-abrik orang tuaku. Selagi bisa, aku bantu. Jikalau hidupku sekarang begini-begini saja, aku selalu bergidik membayangkan kehidupan satunya lagi jika kupilih. Hidup kejam yang tidak mempedulikan ibu anak butuh pertolongan. Walaupun aku keturunan psikopat, sosiopat, dan juga ketakutan akan menjadi salah satunya, ternyata aku malah dicap seorang Empath. Antara aku psikopat yang menjaga dengan baik kode-kode masyarakat, atau aku memang seorang Empath sejati, seperti Dale. Area abu-abu yang tidak pernah bisa dideteksi selain ahli yang benar-benar mendalami berbagai kondisi kejiwaan seseorang.   

Menyenangkan. Julian memilki keluarga yang menyenangkan. Semua diceritakan secara positif, bersamaan dengan pelantikannya menjadi letnan dua. Yang membuat seru adalah Julian akan ditugaskan untuk misi rahasia dan ia telah belajar lama tentang berbagai macam strategi militer. Strategi militer adalah dongeng favoritku yang selalu diceritakan oleh eyang yang marsma purnawirawan. Sosok ayah yang selalu mendukungku di saat semua orang putus asa denganku. Sekaligus sahabat terbaikku, teman WA-an ku setiap saat. Kehilangan almarhum, memberikan bekas asma yang kuidap sekali-sekali. Walaupun aku tidak pernah menderita asma sejak kecil. Psikis, kata psikiater. Mungkin supaya aku tidak putus-putus mendoakan eyang. Buku ini memang cocok diberikan untukku. Terima kasih bude Anggi :* (sang penutur Alih Bahasa)

Wednesday, March 2, 2022

Marrying Daisy Bellamy Insight Day02



#maksakeunmaca

#onebookonemonth

#day02

Judul Buku: Marrying Daisy Bellamy

Penulis: Susan Wiggs

Jumlah Halaman: 533

Penerbit: Gramedia

Alih Bahasa: Nur Anggraini

Cetakan Agustus, 2014

Bagian Satu

Membaca buku ini seperti membaca tulisanku sendiri, begitu banyak cabang yang menyertakan Dale, lelaki kecilku. Tentang bagaimana aku yang dulu begitu nekatan, berkali-kali naik roller coaster atau ngedrift sejak SMP tidak terlalu mengkhawatirkanku. Tetapi sejak punya Dale, mengendarai motorpun rasanya aku segan, apalagi karena aku seorang ibu tunggal yang juga harus bertindak sebagai ayah. Jadi rasa menjaga diri demi selalu ada untuk buah hati, benar-benar hal yang absolut dikerjakan. Begitupun dengan Daisy, ia menjadi begitu mudah khawatir.

Yang kurindukan adalah pertemanan yang cukup lama antara Daisy dan Zach sejak semasa mereka SMA, kuliah, hingga kini mereka bekerja bersama. Aku tidak dapat dengan leluasa melakukannya. Aku tidak dapat sebebas Daisy kepada Zach karena yang terjadi di keluargaku, sebagian besar adalah tabu di masyarakat Indonesia. Jadi aku memilih untuk berteman hanya sebatas kaca, sebatas nomor telpon dan sosial media. Ada begitu banyak teman-teman baik yang merangkulku, tetapi aku tidak akan bisa dengan mudah dekat dengan mereka, karena warisan sifat keluargaku yang cenderung mudah menyakiti orang. Aku tidak ingin menyakiti siapapun juga.

Menjalani hidup secara mundur, hidup yang dialami Daisy, itu juga yang terjadi padaku. Saat teman-temanku menikmati masa sekolahnya, aku harus berlaku dewasa dan selalu ada untuk ibu tiriku. Saat teman-temanku kuliah dan mulai merasakan pengalaman pertama mencari kerja, aku justru cari kerja dulu untuk membantu ibu tiri dan membiayai sekolah adikku yang dibantu oleh eyangku. Baru setelah adikku lulus SMA, aku akhirnya bisa fokus menyelesaikan kuliahku. Itupun dihambat oleh pengetahuan baru bahwa aku memiliki child trauma setelah selamat dari hyperventilation syndrome dan panic attack yang hampir merenggut nyawaku. Hingga akhirnya aku harus minggat dari keluarga selama 6 bulan, dan kembali dengan prestasi menerima beasiswa dan menyelesaikan 2 kontrak ikatan dinas sekaligus.   

Yang membedakan antara Daisy denganku dalam mengambil keputusan adalah aku selalu menggunakan logika dan tau konsekuensi dari setiap keputusanku. Penyesalan atau memempertanyakan keputusanku di masa lalu, tidak ada di dalam kamusku. Tidak yang terjadi pada Daisy, kerap kali ia berpikir kembali apakah keputusannya di masa lalu benar.

Kurasa Daisy masih lebih beruntung, anaknya dapat bermalam di rumah ayahnya dan Daisy bekerja dengan baik. Sayangnya tidak ada ayah untuk dapat Dale panggil. Satu-satunya sosok ayah, ya ayahku. Yang sempat juga bukan sosok ayah yang baik untukku. Persamaan lainnya denganku, adalah kendala Daisy dalam mengejar impiannya, waktu. Ya tidak mudah sebagai ibu, berlaku juga sebagai ayah. Tapi hidup memang tidak sepenuhnya milikku. Dari dulu selalu tentang orang tuaku.

Kalau Daisy bisa menangis karena melihat pasangan yang menikah dengan bahagia. Aku sepertinya sudah mati rasa. Tidak ada yang menyenangkan dari arti sebuah pernikahan, karena hanya itu yang kutahu. Aku tau derita anak dalam pernikahan yang dipertahankan, bukan?! Karena itu aku tidak ambil pusing untuk menikah setelah Dale ada. Kukembalikan kepada Dale. Jika Dale ingin punya ayah, ya aku usaha cari. Jika Dale tidak ingin punya ayah, ya sudah cukup 2 jalu yang kuurus, Dale dan ayahku. Nambah satu jalu lagi yang harus kuurus? Bisa pendek umurku.

Bagian Dua

Tentang pertemuan Daisy dengan lelaki spesial yang disebutkan di belakang buku. Tidak terlalu spesial untukku, karena aku tidak suka lelaki berambut gimbal, ataupun bertato. Kuterima ayah Dale yang bertato, hanya karena ia seorang seniman yang menggambar sendiri tatonya dan dengan bodohnya pergi ke tukang tato untuk mendapatkan tato yang digambarnya sendiri. Lalu aku lebih bodoh lagi dengan pertanyaan, apakah sholatku diterima, jika imamnya bertato?! Ya kita lihat saja kelanjutan bab 2, siapakah yang lebih bodoh, Daisy atau aku.