Showing posts with label short novel. Show all posts
Showing posts with label short novel. Show all posts

Saturday, April 5, 2014

Yang Tercinta,Yang Tiada...



23 September 2012 at 00:00
kuresapi rasamu yang hanya cumbuan belaka
kurasakan cintamu yang tak bermakna,
kutulis dirimu yang telah kubaca,
hanya tuk kurubah jadi karya kata - kata,
maafkan,
diri ini terlalu rapuh untuk terus kau sakiti...

Lelaki itu masih juga terpaku disitu. Kedewasaan dan kesepian terbaca jelas diraut wajahnya yang sedikit kekanakan. Matanya terus menatap layar hapenya. Entah sudah berapa kali ia baca SMS itu. SMS yang tak pernah dibalasnya. SMS yang membungkam pikiran, kata - kata dan tangannya untuk mengetik balasan. SMS yang menempatkannya dalam dilema seumur hidupnya. SMS yang membuatnya terus berdusta, pada orang sekelilingnya, bahkan pada dirinya sendiri, juga wanita itu.

"makan gorengan dikit,rasanya tu tumor nyut2an,maaf ya ga tau mo crita kesapa.pengen nangis rasanya.akan lebih mudah cerita kekamu yang ga punya rasa,toh ga ada ngaruh2nya,daripada cerita ke mereka yang khawatir ma aku.aku bisa ngerasain emosi kesedihan mereka.maaf...."

Tubuh wanita itu terbaring kaku disana, tak ada siapa-siapa. Shoji menatapnya, tanpa arti, kosong, pikirannya melayang tak karuan dan akhirnya ia mendapati sesuatu ingin meledak dari dasar tubuhnya. Maka ia meraih kemaluannya. Tergesa - gesa, cepat, seperti yang biasa dilakukannya. Tangan kirinya masih juga memegang sisi peti itu. Kayu licin yang menjadi saksi waktu tersembunyi dari privasi shoji.

"beb... klua'r, aku... klua'r....", erang shoji dengan pengucapan 'R' yang tidak jelas. Kemudian ia menatap wajah wanita itu yang tidak memberikan respon sedikitpun, bahkan tidak membuka matanya. Perlahan shoji mengguncang tubuh wanita itu dengan tangan kirinya.

 "beb... ko kamu diem aja, beb.... aku klua'r, kamu denge'r R akukan,beb... kamu suka kan..., beeeebbb...", shoji memeluk tubuh wanita itu dengan tangan kirinya dan mendekapnya. Kerongkongannya tercekat.

" beeee... eeebbbb", dan suaranya semakin tidak jelas. Ia ingin menumpahkan luapan didadanya, tapi seperti yang terus tertahan, maka dipeluknya erat tubuh wanita itu sambil memejam matanya. Setitik air mengalir dari ujung matanya. Shoji tercekat dan menyadari. Segala kesuksesan, segala jerih payah. Pengejaran dalam hidupnya untuk menempatkan dirinya tinggi dan pantas memiliki wanita itu, terbelenggu hanya karna sebuah nafsu. Rasa gengsi yang dimenangkannya untuk menyakiti wanita itu dengan menikahi wanita lainnya. Obsesi sepanjang hidupnya, tengah terbaring kaku dihadapnya. Sex itu bukan hanya sekedar nafsu. Kebutuhan bagian dari hidupnya, ia tengah mencinta, cinta yang korup, kotor, tamak, tergesa - gesa, tidak setia, dan tidak membuat tenang. Cintanya tak bermakna, tapi ia membutuhkannya. Komplikasi itu tetap solid walau terus membuatnya ragu, saat ia katakan,"..aku butuh kamu..". Dan yang dicinta, kini telah tiada...  

-yang tercinta,yang tiada-

http://www.youtube.com/watch?v=7XBoOcGJyN4

https://www.facebook.com/notes/vina-ariestharini/yang-tercintayang-tiada/191666754300766

a fragment in the future,well just maybe..


24 October 2012 at 02:24
those two faces were shining bright like it was their first meeting. the man smiled gladly, while the woman saying hello with bashfully. they both looked very clumsy as the man stared with amazed and the woman tried to grab his hand as a way of respectful female to her leading male. the man didn't give his hand as he didn't know what to do and still overwhelmed by the existence of the woman that he had missed for a while now truly there in front of him. the man realized his clumsiness while saying,

"oh..", and gave his hand while giggling. the woman gave her smile like she thought that the man was silly and kissed his hand respectfully. then there was a gap of time when they stared to each other with big smiles didn't know what to do and pretty much amazed by what had just happened. then they faced the road at the same time realized at what had just happened. the man asked,

"Shall we?!", as he put the gear and moved his hands on the steering wheel still with big smile. the woman replied,
"Sure..", still with bashfully. there was another gap of time like they were on their own world which actually they thought the same. then the woman started to talked.

“You look quite clumsy like your feeling for me is getting clearly...”, the woman talked like it was nothing and giggled without facing the man as she kept her view to the left window.
The man was amazed and fastly faced the woman while he was saying,

” And how do you know that?! You’re a fortune teller are you?!”, the man gave rethorical question which sounded like mocking to hide his true feeling. He gave the amazing expression showing his child-like face(I wonder if all Taurus men that I had dated, had the same mocking and childish gaze while looking cute at the same time with their bunny eyes). He kept aware to the road and steered with the edge of his gaze while he still faced the woman and then the woman faced him while saying,

“Because I feel the same...”, the woman replied like it was the last candle light in the dark lighten the man’s inner deep thought.
So he pulled over his car suddenly which obviously made the woman a little bit surprised. Then he stared deeply at the woman with mixed feelings. The woman still amazed and just sat still there while confused looking at the man. The man suddenly grabbed her into his arms and kissed her fiercely while moaning,

“Oh.. I miss you babe, I miss you so much...I love you, babe... I neeeeeed you,” he kissed while whispering and didn’t let the woman replied. The woman didn’t refuse and let herself drown in those fiery affections which more can be seen as lust. Then started to gain her consciousness(to be honest, no woman nor man can survive from this kind of attack) while replying,

“Then marry me my dear..., I want to grow old with you. I want to see your wrinkles.... I want to see you getting mad... I want to be there to overcome your worst feeling and be there in the worst situation to give you the endless affection”, she spoke while her hands trying to stop the fiery kisses bombarded by the man.

Then the men stopped because of those sentences which more like the relieving water in the noon at the middle of desert. As he began to think that this maybe the one thing that he had been searching for. He showed his complicated feelings while staring with desperately so close to the face of the woman. He looked deeply into her eyes as he seen the most beautiful and rare deep brown eyes (oh sorry, it’s because of the soft lenses)then he found the answers. His eyebrows met, and his cute bunny eyes demanded with despair as he started to talk by opening his mouth...

And then I wake up -.-‘

- inspired by you:thx for still texting me,I didn't know there's still piece of me in your busy mind^^ - 

https://www.facebook.com/notes/vina-ariestharini/a-fragment-in-the-futurewell-just-maybe/203368809797227 

Friday, April 4, 2014

junkthought 2 : the past revealed

1 November 2009 at 04:32
kukira telah kuketahui smua... pertanyaan demi pertanyaan tentang hidupku, telah kudapat jawabannya... setelah mengetahui apa yang ada di benak para penjahat dan penghujat itu... kemudian akhirnya bertemu mama setelah terpisah 27 tahun ( tak kukira kan bertemu lagi )... aku seperti lega, tak bernafsu dan emosi, hanya mati rasa... merasa lebih dekat lagi dengan semesta... kembali ke titik nihil, without passion nor desire to live... then two days ago... I've found another answers... and this... I see God... again...

at a one time I've thought about...

batasan antara kehendak manusia dan kehendak-Nya…

berpikir ga… dimana batas antara kehendak-Nya dan kehendak manusia ?!

isu yang termudah adalah soal hubungan percintaan… pada kasus ‘main belakang’… alias guna - guna ( naudzubillahi min dzaliq ) ga sedikit orang yang pastinya penasaran… kalau sampai terjadi… dengan pacarnya mereka pisah… atau mereka merasa sang pacar tiba - tiba berubah… yang di guna - guna supaya jadi kasar lah… seolah ada awan hitam disekitar dia lah ( been there.. been judged by that ).. supaya jadi ga kenal lah ( kenapa ga ada guna - guna yang ngebuat pacar jadi baik yak :-/ .. owh… itu si bukan tujuan utama yak ;)) ) … dan ga sedikit orang juga yang akhirnya… ‘memeriksakan’ keadaan janggal si pacar ini ke ‘orang pintar’ ( naudzubillahi min dzaliq )…

buat gue sih… mau diguna - guna kek… mau dipisahin sama orang tua kek… kalo seseorang sudah dijauhkan dari kita… ya sudah waktunya… dia pergi dari kehidupan kita… alias… bukan jodoh lagi… bukan orang yang baik bagi kita lagi… inget… SEGALA HAL DIDUNIA ADALAH MERUPAKAN TITIPAN DARI-NYA… baik itu harta, jabatan, anak, maupun pasangan jiwa… jadi kenapa kita musti ngotot… musti usaha lagi lebih keras… kalo sesuatu itu memang ditakdirkan sudah tidak lagi untuk kita… dimana batas antara kehendak-Nya dan kehendak kita ?!… ya kita berusaha… kita ikhtiar… Dia yang menentukan…

yang mengusik benakku adalah…

bagaimana… cara kita berpikir dipengaruhi oleh-Nya ?!… sebelum aku ngotot… aku menelaah lebih jauh… smua jawaban dari kekasihku… kenapa… kenapa… dan kenapa… jawabannya seperti yang sulit diterima oleh nalarku… ga masuk di rasio ku… tidak nyata menurut rumusan otakku… urusan bener apa ngga itu si wallahu alam… tapi yang benar - benar mengganggu adalah…

apakah caraku berpikir… cara otakku menerima rasio dan nalar… dipengaruhi oleh-Nya juga ?!… bahwa sang kekasih…. seperti yang mencari - cari alasan… seperti yang menutupi kenyataan… dan intuisi memegang peranan… jadi dimana letak MANUSIA BEBAS BERKEHENDAK ?!… kalau dalam pikiranpun dikendalikan oleh-Nya ?!… mengingat… TAK ADA SEHELAI DAUNPUN JATUH TANPA SEIZIN-NYA… dimana letak kebebasan hati dan otak manusia ?!… saat positif lalu diberi mood negatif ?!… seperti aku ini yang ga juga beranjak buat ngerjain tugas…

hm… kebebasan berkehendak yang semu…

- humble room 010109, setelah tutup telpon, dengar alasan, dan kehilangan kenyamanan -

from 'batas antara kehendak-nya dan manusia…'
http://junkthought.blog.friendster.com/?p=274

for all my life I've been hating her... Ibu, for always crying while she had the 'flashback' moments... gosh Ibu... why you always cry ?! it had happened in the past... will you please get on with your present, think about your future, and never look back to the past ?!... it's hurt and it eats you from inside, and I don't want it kills you slowly... I never cried when she cries... I have to be strong in front of her as I always say :"I will always keep my heart young, wise and strong for you, mom ..."

and the reason why I took my 1st job, why I ignore my study, why I feel like I have the responsibility to take care of Ibu n Ade, beside Nugroho left home, and the fact that I'm the oldest children in the house, did all I can to keep us survive the life we only have, is why Ibu... always seem very careful to take her steps... too much to consider that Ibu was always like... wasting time with her calculation about taking risks , choosing the best job, work, entrepreneur... I was always like... c'mon, mom, just do it, don't think, we're racing with time... well I was young, and all I could do just got a job and give her the spirit of surviving in life...

yeah,... I always hate what Ibu had done, crying all the time, acting slowly and carefully about how to get the money... while I learned after, that's what middle age people do, carefully and unrecklessly...

till two days ago... I will add my lists of 'letting her do what makes Ibu happy' ( o yeah, I never forbid her to do something she like, that those things are the only things that makes her happy... even smoking, and thank God, she's not doing it anymore ) the adds will be 'let her cry' and 'let her choose her way of living', I will just sit and listen, giving solution, never cry so that she'll be encouraged to be strong enough to live the life....

n why is that ?! I've revealed the secret, I believe there're some people out there who have a special gift about knowledge what their life will be... yup it's scary... living the life you knew how the life will turn to be... I bet you keep trying harder, choosing wisely all paths in your life... and how it feels when it will always came to the disaster you had the vision before... it hurts... it eats you from inside... it haunts you always... and Ibu is a strong one... to have the gift and always fight not to see the vision, and still she has the eagerness to live... for the sake of her struggling daughters...

and now... I have the reason... again.. to push myself to my limits, like I used to.. it's late but it's better than never... I will always try much more harder... then if I hadn't got my goal ( naudzubillahi mindzalik ) then it's not my fault... it's... my destiny

https://www.facebook.com/notes/vina-ariestharini/junkthought-2-the-past-revealed/166789803871

junkthoughts 1:CLOSING CURTAIN

Membaca JUNKTHOUGHT berarti membaca sebuah pengakuan
hidup. Pengakuan yang mungkin terdengar “aneh” bagi sebagian
orang (yang mungkin belum sampai pada tahap mengalami
kerasnya lika liku kehidupan), “nyeleneh” (bagi mereka yang
kehidupannya mungkin lurus-lurus saja), atau mungkin “biasa
saja” (bagi mereka-mereka yang telah terbiasa dengan dunia di
dalam JUNKTHOUGHT, dan bagi para teman senasib lainnya).
Namun yang pasti saya yakin banyak orang akan sependapat
dengan saya, bahwa tak mudah untuk membuat pengakuan
hidup –entah itu dalam konteks baik atau sebaliknya-, terlebih
menuliskannya dan membagi pengalamannya pada khalayak
luas. Untuk itu, secara pribadi saya ingin memberikan
penghargaan setinggi-tingginya untuk seorang Vina dengan
JUNKTHOUGHT-nya. Semoga keberaniannya berbagi pengalaman
hidup dapat menginspirasi mereka-mereka yang membacanya
untuk lebih waspada dalam kehidupan ini.

Sekali lagi, saya ingin menegaskan bahwa sosok Vina ini benarbenar

nyata. Perkenalan di awal masa perkuliahan kami (tahun
1999) di sebuah universitas swasta di Bandung, tak disangka
akan mengantarkan kami hingga ke titik ini. Hal ini masih terasa
aneh buat saya, karena selama beberapa semester satu kuliah
dengan Vina, intensitas obrolan kami sangat rendah. Terlebih
karena Vina sempat menghilang selama beberapa semester.
Takdir mempertemukan kami kembali setelah bertahun-tahun
kehilangan kontak lewat sebuah sms di akhir tahun 2004. Takdir
pula yang menjadikan saya dan Vina sebagai teman sekamar saat
saya membutuhkan tempat kos pada tahun 2007.

Terakhir, saya ingin mempersembahkan sebuah lirik terindah
yang pernah saya dengar. Terindah dalam arti lirik tersebut
mampu “menyentuh” saya saat berada dalam ketidakpastian

JUNKTHOUGHT 07 – hal 143

hidup (middle of nowhere). Harapan saya, semoga Vina dan
siapa pun yang membaca JUNKTHOUGHT ini dapat segera keluar
dari lingkaran setan dalam kehidupan, dan mengepakkan
sayapnya ke langit luas.
 


Middle Of Nowhere
(Song by Ellegarden)

Lessons once learned are so hard to forget though
They are simply papering over the cracks
You have been creating something i've never had before
But can you deny that you're at middle of nowhere?

Do you think about your dream when you are falling down?
I can help you smile bravely if you have something you really
want
Do you think about your dream when no one believes you?
I can help you spread your wings

Though you claim, though you claim you're not
Anyone, anyone like me
Are you scared, are you scared of me?
You're not crazy
You're not unreal
You're just complicated

Think about your situation understand your refusal
Disagreement disappointment
Disapproval discontent
Your conviction your stubborness
Your emotion your confusion
I won't deny you, i won't ignore you
Do you hear me as i sing here?


JUNKTHOUGHT 07 – hal 144

Do you think about your dream when you are falling down?
I can help you smile bravely if you have something you really
want
Do you think about your dream when no one believes you?
I can help you spread your wings

Though you claim, though you claim you're not
Anyone, anyone like me
Are you scared, are you scared of me?
You're not crazy
You're not unreal
You're just complicated

junkthought2 : the past revealed : tiga masa, dan ya... aku seperti dia...

2 November 2009 at 05:49
"... menjadi gila dan bunuh diri, tapi tak juga mati... "

sosok itu terpaku di meja makan, seketika diam dan tak disentuhnya itu makanan. dibalik kacamata, matanya kosong, raut mukanya mengkaku, seperti mati, tak beremosi, tapi gadis itu tetap bernapas. sang wanita paruh baya dengan rambut pendek setengah memutih, wajah bersih yang kekanakan sekaligus bijaksana tengah mengulang kata - katanya,
" kamu sama saja seperti nugroho... ", kini dengan tekanan mendalam dan bukan teriakan seperti sebelumnya. gadis itu tetap diam, tatapannya tetap kosong, tak juga bergeming dan matanya menjadi bening. sesuatu tengah berubah, tengah tumbuh didalam dirinya, dan ia mulai bergumam,
" hm... hm.. hm.. hm..", seperti berbisik tapi jelas bunyinya mengusik.
"hm..hm..hm..hm..", kini suaranya mirip rintihan, dan terus saja gadis itu melantunkan. dahi sang wanita paruh baya berkerut, apa yang terjadi dengan anak gadis tertuanya itu, dan ia menegur dengan murka,
" vina !... vina!... ", suaranya tegas menyembunyikan resah , dan si gadis tetap diam bergumam,
" hm.. hm.. hm.. hm", suaranya menimbulkan kengerian. sang ibu kembali memanggil,
" vina... vina..", suaranya lebih keras tapi tidak dengan tekanan, lebih kepada takut kehilangan. gadis itu tetap bergumam, dan suaranya semakin dalam, kemudian tubuhnya bergoyang mengikuti gumaman.

sang ibu merasa tidak mengenali anak gadisnya lagi, jadi ditariknya gadis itu kekamar mandi dan disiramnya kepala gadis itu dengan air dingin, berharap kesadaran anak gadisnya dapat kembali. gadis itu kedinginan oleh siraman air dingin yang menusuk tulang, kemudian ia menangis dan meringkuk disudut ruangan. sang ibu masih dengan menyiram, masih dengan harapan, lebih kepada tak yakin apa yang dilakukannya benar, kemudian memanggil,
" mbak na... mbak na...". suaranya memanggil ke masa lalu, saat sang gadis belum sebesar itu.
" mbak na... mbak na... ", ia memanggil dengan kasih sayang. gadis itu tetap menangis, semakin keras dan meringis, giginya gemeletukan, bibirnya membiru. jadi sang ibu mengeringkan badannya, mengganti bajunya, dan menuntunnya ketempat tidur. seperti masa bayi, dibiarkannya gadis itu terus menangis dibalik selimut, hingga ia lelah dan tertidur lelap.

sinar matahari masuk melalui jendela dan menyilaukan mata gadis itu. jadi ia terbangun terpaku, menatap meja rias didepan tempat tidurnya. kemudian ia beranjak, bercermin, mendekatkan wajahnya ke cermin karena pandangannya buram. sebuah wajah tanpa kacamata, memucat dan dengan tatapan kosong. disentuhnya cermin itu, dan dahinya berkerut. ada sesuatu di jarinya dan melihat ia disana. diusapnya jari itu, ditemuinya seperti debu. kemudian ia membuka laci meja rias itu, mencari sesuatu. handuk kecil ia temukan, dan kaca itu mulai ia bersihkan. putaran kecil, membesar dan semakin besar dengan tenaga yang semakin menguat. meja itu terguncang dan kotak tisu diatasnya terjatuh, menimbulkan suara gaduh. sang ibu berlari menghampiri, mencoba merampas handuk itu dan mencoba menghentikan dengan memeluk. tenaga gadis itu lebih besar, berontak dan sang ibu terpental. jadi sang ibu hanya terpaku, matanya berkaca - kaca dan tangannya menutup mulutnya. jadi ia biarkan anak gadisnya, tak mengerti harus berbuat apa.

gadis itu mencari lap kaca, dan ia mulai membersihkan sluruh kaca dirumah itu. sang ibu terheran, terus memanggil namanya,
" vina... vina...", tapi ia tak mendapat jawaban. dan sang ibu memanggil nama lainnya,
" mbak na.. mbak na...", tak juga ia mendapat jawaban. setelah selesai, gadis itu mengambil sapu, dan mulai menyapu, ia tak mengindahkan panggilan ibunya yang menyuruhnya makan, atau minum. jadi sepiring penuh itu tetap utuh, dan satu gelas minuman yang tak tersentuh. kemudian gadis itu berhenti menyapu, sebuah lukisan membuatnya terpaku. lukisan seorang pria, dengan sedikit kata - kata

... pria pisces yang dewasa akan menjadi orang ternama yang bijaksana, pria pisces yang kekanakan takkan berubah dan akan terus mengalami kegagalan...

seketika raut muka gadis itu mengeras dan kemarahan terbit di wajahnya. jadi ia mencari kesana kemari, sampai dapur ia temukan pisau dan kembali ke lukisan itu. mulai merobek dengan pisaunya, dengan marah yang meraja. perlakuan itu tak luput dari mata sang ibu. jadi ditangkisnya pergelangan tangan yang agak layu, dan terjatuhlah pisau itu. dibuangnya lukisan itu dan si gadis kembali disiram hingga meringkuk disudut ruangan. kembali badan itu dikeringkan, dan jatuh tertidur gadis itu dibiarkan.

saat terbangun, gadis itu mengulang kegiatan yang sama, hanya tanpa lukisan yang membuat terbit amarahnya. tidak makan tidak minum, hanya berhenti untuk kekamar mandi. bahkan dalam gila pun gadis itu mengerti, rumah harus bersih dan tertata rapi.

tiga hari ingatan gadis itu menghilang, dan dihari berikutnya ia terbangun dengan mencari kacamata. pergi mandi dan bersiap diri. kemudian ia meraih tasnya, siap pergi keluar rumah dan ibunya mencegah.
" lho... mau kemana mbak ? ", ibunya bertanya dengan heran namun tetap menjaga kewajaran.
" kuliah lah..., pamit bu..", gadis itu mencium tangan ibunya.
" ini hari minggu, non... ", ibunya menjawab dengan kelegaan.
" hah ?! bukannya kamis ? kemarin kan rabu ?... ", sang gadis terheran2 sambil membetulkan letak kacamatanya.
" amnes kamu ya ?! minggu non... udah sana sarapan, pasti laper kan ?!... istirahatlah, cape kan seminggu kuliah", kata sang ibu.
" iya si rada lemes, laper juga, ma'em ah... ", jadi gadis itu langsung makan, banyak dan lahap seperti tiga hari tidak makan. dan malamnya sang ibu sujud syukur, kemudian ketiduran dalam sujudnya, hingga pagi menjelang senja.




hari telah gelap, vina masih terduduk di meja kerjanya, ia tengah menerima telpon,
" iyalah, aku emang sama ama nugroho, kalo aku ga sama ama nugroho, gimana cara aku ngadepin eyang dan kluarga ?!... nyantai ajalah, aku bisa manfaatin smua sifat nugroho buat nakutin kluarga besar biar bisa peduli ama ibu en ade... ", vina membuat pernyataan.
" kamu ko nakutin si, mbak... ", sebuah suara menjawab dengan getaran kengerian ditelpon itu.
" people change... and anything for survive,bu... potensi apapun harus bisa dikembangkan sesuai kebutuhan... ", vina memberikan pernyataan lagi.
" ya udah, jangan kemaleman pulangnya, ati2... kabarin ya ", suara sang ibu menenang.
" bentar lagi, paling balik jam 9, dah ibu...", dan vina menutup telpon.




rambut panjangnya hampir semua memutih, wajah itu tetap bersih dan agak kekanakan namun tetap bijaksana, sedikit kerutan menghiasi wajahnya.
" ....kalau aku ga ninggalin kamu dan ade, gimana kamu bisa deket sama ade..., gitu mbak, kata nugroho...", ucapnya.
" ha ?! aku baru tau, ko aku punya alasan yang sama.... kalo kemaren2 jaman gawe aku ga ninggalin ibu dan ade, gimana ade bisa deket sama ibu... hahaha... nugroho banget yak... ", vina terkaget dan tertawa menertawakan dirinya.
" emang kamu nugroho banget, ngelak si ngga mau disamain... ", kata sang ibu.
" dulu kali... pas jaman gawe kan aku ngaku, sama ama dia, bedanya aku milah2 mana yang bisa dikembangin mana yang harus dibunuh, mana yang harus digunain untuk momen seperti apa, gila juga... perkara ninggalin ibu n ade tu aku ga pernah bahas, ga pernah juga dikasi tau ama nugroho, ko bisa sama, perlakuan yang sama dan alasan yang sama. tapi vina tetap vina... and here I am, bareng ibu en masi juga mikirin ade", vina tersenyum.
" iyalah... skali ndul2... tetep ndul2... ", sang ibu menjawab dengan raut muka jenakanya.
" lucu juga...ya, aku seperti dia... ", vina menertawakan dirinya, dan sang ibu tersenyum nelangsa.

https://www.facebook.com/notes/vina-ariestharini/junkthought2-the-past-revealed-tiga-masa-dan-ya-aku-seperti-dia/167572923871

for the sake of humanity : a true story

24 November 2010 at 00:45
there was a stupid woman who's naive enough acted for her lover
the man was dying and he said : 'don't let me die'
so the woman took care of him not becoz she loved him, she wasn't loving him that much. she thought :'for the sake of humanity' that she has very pure heart.
three years later the man healed, living normal life, even get fat
alas, he cheated on her, the woman was working so hard, meanwhile the man,was playing with another woman behind her back.
the woman got hurted, so they broke up.
three months later, the man asked her to come back in one condition : if the woman accept him, then he would dumped the girl he cheated with.
my my.. the woman was very mad. her sacrifices and all she did for his good, is just like some ashes for him.
so she said :'I will never marry you even u're the last man walking on earth'

five years later, the woman met a man, who said 'I love you' to her everyday. she just smile coz she really knew her feelings. the man said : 'don't let me die'
she just smile and walked away. she doesn't care if the man dies, she had no responsibility for the man, even if she loved him, that's something that a man shouldn't say to get sympathy.

so this time the woman said 'for the sake of humanity' I've failed myself 5 years ago, by helping the wrong people. this time I help the one I know right, myself.

u can never know how people will change and don't depend yourself on someone else coz u might failed him or her, and she would think that the world have failed her or him, it doesn't give the reason why, but when this kind of things happen to one's life over and over, the one will turn into someone selfish.  and if this happened to all people around the world, u can imagine how this world would be.

'the world may have failed u, it doesn't give the reason why...'
http://www.youtube.com/watch?v=RmboX6ncqjM

https://www.facebook.com/notes/vina-ariestharini/for-the-sake-of-humanity-a-true-story/471802328871

Schizofrenia alias gila (cerpen)

junkthoughts II:the past revealed

1 October 2011 at 19:53
wanita bijak : " Masalah ko kamu umbar2 tho ndok ?! klo smua org tau gimana ?!"

bad girl       : " aku cuma tulis status (ngga dosa) peduli org mo liat mo ngga, palingan mereka cuma sebentar baca (itupun klo sampe habis dibaca), mereka sadar itu masalah pribadi, dan mereka akan memalingkan diri. Seolah aku yang paling susah (pikir mereka) dan mereka merasa terganggu atau malah coba membantu. Palingan kujawab :" ya? "

wanita bijak : " jadi menurutmu sah - sah saja ?"

bad girl        : " kata psikiaterku, menahan emosi itu merugikan diri, energi negatif itu harus disalurkan, kalau bisa dialihkan (jadi positif, lho?!) Jadi apa guna teknologi kalau ia tidak bisa membantu kita memulihkan penat di hati, daripada orang - orang yang tak sepaham denganku aku maki - maki. masalah tak selesai, bisa - bisa aku dibantai. (lagi-lagi) aku cuma tulis status, biarkan kata - kata itu termakan arus. Mau dikomen (silahkan), mau dibiarkan (terserah). bebas bebas saja, sah sah saja. anutlah paham negara merdeka (kan indonesia sudah merdeka), kita disinipun korban kapitalis dari kaum liberalis, jadi kenapa harus berkata santun ?! tidak ada orang yang kusinggung (kalaupun ada yang bersangkutan tidak tahu), tidak ada hati yang tersakiti.

hanya mencoba hidup sehat (dulu kubiarkan masalahku menguap bersama dengan abu rokok), dan dia (pujangga lainnya bernama mekra) akan tertawa melihat aku akan (pikirnya) pacaran dan menikah dengan rokok.

wanita bijak  : " kamu seperti manusia tidak punya orang tua(juga kata pujangga yang satunya) "

bad girl         : " owh.. punya, ada tiga. satu yang melahirkanku, tinggal jauh, menikah dengan paham yang salah, menganggap anak mudah dibuat, dibuang, nda punya perasaan, dipungut kapan saja tak boleh melawan, dan 28 tahun kemudian dicari kembali untuk dituntut waris, anak sebagai komoditi, dipaksa menghormati, padahal perlakuannya tidak bisa dibilang punya hati. Jadi biarkan orang tua yang satu ini pergi. Dia yang membuangku, dia yang mencariku, dia pula yang meninggalkanku (lagi).

yang satu lagi, sibuk dengan istri ketiga nya, dia yang pergi, dia yang susah sendiri, kemudian kedewasaan tidak juga keluar dari mulutnya yang seharusnya telah menjadi bijak. bahkan bicara pada anak terkecilnya pun ia tidak bisa. semua dengan emosi, semua dengan lupa diri.

yang satu lagi adalah wanita terbaik didunia, rela menikah dengan duda hanya untuk mengasuh seorang anak semata (diriku). jadi aku lakukan segalanya. turuti semua perkataannya (masih benar). pergi kamu temui eyangmu (masih benar). mati kamu (lho?! aku ko bego). masa bodo dengan kamu (jadi aku berada ditempat yang salah). begini ya kamu tidak bisa jaga nama baik orang tua (lho, yang masa bodo duluan siapa?!) sini kamu (ok) pergi kamu (owh, udah ada anaknya sendiri) cintai lelaki yang punya misteri, pertanyakan perhatian yang ia berikan (lho dari dulu juga begitu, kenapa harus dipertanyakan ?!) lupakan tentang mencintai, hiduplah sendiri (kenapa disuruh mencintai kalau akhirnya disuruh hidup sendiri)

'manusia tanpa perasaan' itu yang selalu ia tegaskan, begitulah aku (katanya), tapi rasaku aku seperti boneka... 

wanita bijak : " meleburlah denganku karna aku tau siapa kamu.. "

bad girl        : " benarkah ??? "

wanita bijak  : " kamu hanya seorang melankolis yang terlalu peka terhadap sekitar, merasakan perasaan sesama, mengerti jiwa sesama, dan lebih tau dari mereka semua (tentang diri mereka sendiri). tapi kamu hanya manusia, punya emosi, suatu saat bisa khilaf diri. hatimu terlalu besar(kata pujangga yang satunya) hingga orang lain harus menunjukkan simpatinya padamu untuk menyadarkan ironisnya keadaanmu dan kamu akan menangis karenanya. Jadi jauhi semua pujian, jangan jatuh karena perhatian. semakin besar orang memperhatikanmu, balaslah lebih besar lagi, dengan begitu kamu tidak perlu menyadari ironisnya dirimu. Rubah dirimu jadi lebih baik lagi. Rencanakan masa depanmu lebih indah lagi. Bermimpi! Beraksi! karena alam akan mengabulkan.

bad girl(wanita bijak): "kembali seperti dulu (just like old times)"

Jadi bersama kami berjalan, terlihat kekanakan, merasa seperti muda, seolah hidup seribu tahun lamanya.. 

- humble room : setelah menulis banyak status dan teringat akan kedua pujangga pria yang indah jiwanya -

https://www.facebook.com/notes/vina-ariestharini/schizofrenia-alias-gila-cerpen/10150339556538872


JUNKTHOUGHT 07 THE HALL OF JUNKTHOUGHTS

hey traveler...

hey free soul...
 
lend me ur eyes...
 
eyes of freedom...
 
eyes of world wide seem...
 
spread ur wings..
 
as they'd never run out of feathers...

tell me all the stories bout the places u've seen...
 
coz my feet lock here with the chains of feminine...
 
U do the wandering...
 
then I'll do the writing


16 Agustus 2008 – by Vina

Bagian ini dikhususkan untuk memuat karya-karya lain dari Vina
yang terpajang dalam blog JUNKTHOUGHT. Beberapa
diantaranya merupakan curahan hati tentang kisah-kisah lain
yang pernah dialaminya –cinta yang tak bisa diwujudkan karena
perbedaan religi, pertemanan dengan seseorang bernama
DONCROW yang diwujudkan dalam surat bersambung, dan
sebagainya-, sedangkan sisanya merupakan sisi fantasi yang
dicurahkan dalam bentuk fiksi. Selamat menikmati.

25 Mar 2008 
 

+ + + 
scandal tweety dan sylvester 

tersebutlah sibulat tweety dan si panjang sylvester. 
kisah mereka dimulai ketika sylvester yang bertubuh
panjang gemar sekali mengganggu tweety yang
berbadan bulat dan memasukkan tweety kemulut 
sylvester.  walo berkali-kali dipukul nenek tweety, 
JUNKTHOUGHT 07 – hal 123 
 
sylvester tak pernah jera dan terus menerus mengambil
tweety dari sangkarnya dan membawanya keluar untuk
dimakan.  tapi tweety selalu lolos dan tak pernah jadi
dimakan.  karena kejadian itu terjadi berulang-ulang,
tweety yang cerdas akhirnya berpikir, kenapa sylvester
selalu dengan gigih menangkapnya.  kenapa sylvester
tak pernah jera walo dipukul nenek tweety, kenapa
sylvester dengan cerdiknya dapat mengeluarkan tweety
dari sangkarnya.  jadi suatu ketika tweety bertanya
kepada sylvester.  dari balik sangkarnya. 
"jangan dulu melepaskanku, aku ingin bertanya, harus
boleh ya…", tweety yang jujur memaksa bertanya.   
sylvester terdiam dan mengerutkan dahinya hingga
alisnya bertemu," mo tanya apa…cepetan!". 
"kenapa kamu ingin selalu memakanku?", tanya tweety
bloon.   
dengan tampang dingin sylvester menjawab
ogah2an"karena kamu burung dan aku kucing pemakan 
burung". 
"sesimple itu?"tanya tweety " ayolah… tak mungkin
cuma karena itukan", tweety membujuk.   
dan sylvester terdiam sejenak "karena kamu bulat, lucu,
terlihat menggiurkan, dan rasanya lembut
dimulutku",sylvester menjilat bibirnya. 
"kalo rasaku memang enak kenapa kamu tak pernah
menelanku walo aku sudah didalam mulutmu?… selain
karena nenek memukulmu… kamu sering memasukkan
aku kemulutmu… sering aku keluar dari mulutmu dan
diluar mulutmu tak ada nenek yang sedang
memukulmu… berarti kamu kan yang melepaskanku 
dari sangkarku… kenapa tu?" tweety curious.    
 
JUNKTHOUGHT 07 – hal 124 

akhirnya sylvester tersenyum licik memperlihatkan gigi
gigi putihnya dan tweety terheran karena sylvester
terlihat manis karena tak pernah dilihatnya sylvester
tersenyum. sylvester menjawab"burung kecil lucu bulat
pintar…karena seumur hidupku aku ingin merasakan
lembutmu dimulutku… jadi aku melepaskanmu… dan
sangkar tak sesuai bagi burung pintar sepertimu… masi
ada dunia luas diluar sana yang bisa kau ketahui dan
kuyakin kamu survive dialam bebas dengan
kecerdasanmu" 
" kalo kau selalu ingin memakanku… bagaimana aku
tau dunia luar sana?", tanya tweety polos 
"itu awalnya… supaya kamu lepas dari sangkarmu…
tapi aku tak pernah menelanmu kan?…"sylvester
berpolitik malaikat. 
"oh iya… lalu kenapa kau tak pernah menelanku?",
tweety cerewet 
"kan kubilang… kamu lembut… seumur hidupku ingin
kurasakan lembutmu dimulutku… kalau kau kutelan…
bagaimana aku bisa merasaimu lagi?… tau gak?!… aku
sayang padamu… ups…" sylvester menutup mulut
besarnya dengan tapak kucingnya yang kekar. 
‘waks… wahahaha… terdengar seperti pernyataan cinta
buatku… tau gak?!… aku juga… melihat kamu selalu
gigih mengejarku, tak pernah jera walo dipukul nenek…
aku kagum… kenapa kamu sengotot itu?’ tweety curious
lagi. 
"karena aku kucing… kami bangsa kucing… hidup itu
susah… kami diberi… tapi kami selalu mencari lebih… 
hidup diluar rumah pun kami bisa…kami bisa mencari 
 
JUNKTHOUGHT 07 – hal 125 
 
makan… mengais ngais sampah atau mencuri dari
manusia… kami bisa tidur dimanapun…" jelas
sylvester… 
"wah… kalian seperti lelaki manusia ya…", tweety
menyimpulkan 
"ya… lain dengan kalian burung… kalian seperti wanita
manusia… nenekmu itu… ditinggal suaminya… gak
kawin lagi… seumur sisa hidupnya bisa hidup dengan
hanya memelihara kita… kucing dan burung… tak
seperti kalian burung… burung hanya mempunyai satu
pasangan… makanya kamu burung yang bersifat seperti
wanita… menyukai aku kucing yang bersifat seperti
lelaki…", sylvester PD. 
"bleh… amit2 aku suka kamu", tweety menjulurkan
lidahnya tanda jijik.
"kulihat manusia wanita dan manusia lelaki selalu
menikah kalo saling suka… hmm… kita bisa menikah?",
tanya tweety tersipu. 
"gimana bisa… aku kucing punya wanita dimanamana…

dan kamu burung… masi single… banyak
burung lain diluar sana yang bisa kamu pasangi… kalo
kita menikah… kita menyalahi kodrat alam… dan
hewan tak menikah… apalagi bukan bangsanya…",
sylvester terdengar sedih 
"kamu kucing pintar yah…" tweety lemas karena sedih 
"iyalah… makanya aku bisa mengeluarkanmu dari
sangkar…", jelas sylvester 
mereka terdiam sejenak 
 
JUNKTHOUGHT 07 – hal 126 

"jadi keluar gak nih?", tanya sylvester memecah sunyi 
"yuk… kutraktir cacing…", ajak tweety 
"bleh… makanan mewah burung…", sylvester
menjulurkan lidahnya 
"eh… itu banyak proteinnya… lihat nih aku bulat dan
sehat" tweety tersenyum jahil. 
"jangan pernah lupakan aku ya…"pinta tweety. 
"mana bisa… kamu lembut…", jawab sylvester… sambil
mengukir dibatang pohon dengan cakarnya… SI BULAT
DAN SI PANJANG… 2GETHER 4EVER… UNITED
SOMEDAY… 
"sampe kapan?!… dunia kebalik?" ejek tweety 
"dunia emang kebalik tweety!… kalo ngga gimana bisa
kamu terbang dari arctic ke antartic?!",sylvester 
menjawab sekenanya… 
"oh iya… dasar kucing pintar… berbadan panjang dan
berkumis jarang…", ejek tweety 
"dasar burung bulat kecil lucu lembut…", balas sylvester 
mereka tertawa dan berlalu bersama. 
-the end- 
+ + +
 
 
JUNKTHOUGHT 07 – hal 127