Showing posts with label junkthoughts 2. Show all posts
Showing posts with label junkthoughts 2. Show all posts

Saturday, April 5, 2014

will you set a good example ???



2 December 2012 at 17:22
blaming me because the people feel pity of me,
you yourself feel pity of me, 'mom,
see... you're the one who set the example,
I am who I am...
let the people feel pity of me or loving me,
I don't care,
I don't need to care,
it's their problem,
not mine..
despite my misery(you said),
and me...being ugly(you said),
I can only.... be nice and kind :P 

https://www.facebook.com/notes/vina-ariestharini/will-you-set-a-good-example-/218379278296180

trauma



3 December 2012 at 01:30
blaming me for being independent... 
(you were the one who created the indie-me)

feeling lonely because I don't need you..
(whose fault was that)

loving other weak children beside my sister and I
(which made you hurt in the end)

complaining I have no time because I'm working online
(who actually challenged me for making money online?!)

complaining because I had boyfriends
(who actually complained about me being alone?!)

now your daughter complained about me was having boyfriends
(now why am I still single?!,
it's because your mom never respect my boyfriends(that your mother regret,
because they all are awesome now),stupid!

now why am I keep being single?!
it's because I don't want to be with men that your mother didn't like,stupid!

now you think I'm an egoist?!
why would an egoist thought about her mother's feeling above her own happiness, stupid?!)

if you said that I'm a bitch,
then you're cowardly stupid,

I don't ask for back-ups like you do,
I don't hang up phone just because of being scared like you do,
instead, you text rude...
I don't actually get mad like you do,
(it was your mom who told me to,
when you were being hypocrite accepting your father's mistress,
hurting your mother's feeling too)

I don't complain over money you spent like you do,
I don't forbid you to see mom like you do,
(so don't tell me I'm the one who cut our relationship,
it's actually what you do)
and I don't let your mother yelled by our father like you do,
stupid!

though I'm a bitch (you said)
at least I'm not that stupid,
like you being a hypocrite.

so what do you want exactly, mother and daughter???

https://www.facebook.com/notes/vina-ariestharini/trauma/218530391614402

different place, different activities, different predicate, but the same old me...



20 December 2012 at 16:57
from... 
money is collectible,
but aging is unstoppable,
the back may getting lower,
the wrinkles may appear,
I'll always keep my heart,
strong, wise and young,
for the wonderful mother,
which there's no sin in encouraging the elders' heart
to..
being told as a hypocrite,
because of saying sweet words, again...
still there's no sin in encouraging the elders' heart

https://www.facebook.com/notes/vina-ariestharini/different-place-different-activities-different-predicate-but-the-same-old-me/225353857598722

Friday, April 4, 2014

junkthought 2 : the past revealed

1 November 2009 at 04:32
kukira telah kuketahui smua... pertanyaan demi pertanyaan tentang hidupku, telah kudapat jawabannya... setelah mengetahui apa yang ada di benak para penjahat dan penghujat itu... kemudian akhirnya bertemu mama setelah terpisah 27 tahun ( tak kukira kan bertemu lagi )... aku seperti lega, tak bernafsu dan emosi, hanya mati rasa... merasa lebih dekat lagi dengan semesta... kembali ke titik nihil, without passion nor desire to live... then two days ago... I've found another answers... and this... I see God... again...

at a one time I've thought about...

batasan antara kehendak manusia dan kehendak-Nya…

berpikir ga… dimana batas antara kehendak-Nya dan kehendak manusia ?!

isu yang termudah adalah soal hubungan percintaan… pada kasus ‘main belakang’… alias guna - guna ( naudzubillahi min dzaliq ) ga sedikit orang yang pastinya penasaran… kalau sampai terjadi… dengan pacarnya mereka pisah… atau mereka merasa sang pacar tiba - tiba berubah… yang di guna - guna supaya jadi kasar lah… seolah ada awan hitam disekitar dia lah ( been there.. been judged by that ).. supaya jadi ga kenal lah ( kenapa ga ada guna - guna yang ngebuat pacar jadi baik yak :-/ .. owh… itu si bukan tujuan utama yak ;)) ) … dan ga sedikit orang juga yang akhirnya… ‘memeriksakan’ keadaan janggal si pacar ini ke ‘orang pintar’ ( naudzubillahi min dzaliq )…

buat gue sih… mau diguna - guna kek… mau dipisahin sama orang tua kek… kalo seseorang sudah dijauhkan dari kita… ya sudah waktunya… dia pergi dari kehidupan kita… alias… bukan jodoh lagi… bukan orang yang baik bagi kita lagi… inget… SEGALA HAL DIDUNIA ADALAH MERUPAKAN TITIPAN DARI-NYA… baik itu harta, jabatan, anak, maupun pasangan jiwa… jadi kenapa kita musti ngotot… musti usaha lagi lebih keras… kalo sesuatu itu memang ditakdirkan sudah tidak lagi untuk kita… dimana batas antara kehendak-Nya dan kehendak kita ?!… ya kita berusaha… kita ikhtiar… Dia yang menentukan…

yang mengusik benakku adalah…

bagaimana… cara kita berpikir dipengaruhi oleh-Nya ?!… sebelum aku ngotot… aku menelaah lebih jauh… smua jawaban dari kekasihku… kenapa… kenapa… dan kenapa… jawabannya seperti yang sulit diterima oleh nalarku… ga masuk di rasio ku… tidak nyata menurut rumusan otakku… urusan bener apa ngga itu si wallahu alam… tapi yang benar - benar mengganggu adalah…

apakah caraku berpikir… cara otakku menerima rasio dan nalar… dipengaruhi oleh-Nya juga ?!… bahwa sang kekasih…. seperti yang mencari - cari alasan… seperti yang menutupi kenyataan… dan intuisi memegang peranan… jadi dimana letak MANUSIA BEBAS BERKEHENDAK ?!… kalau dalam pikiranpun dikendalikan oleh-Nya ?!… mengingat… TAK ADA SEHELAI DAUNPUN JATUH TANPA SEIZIN-NYA… dimana letak kebebasan hati dan otak manusia ?!… saat positif lalu diberi mood negatif ?!… seperti aku ini yang ga juga beranjak buat ngerjain tugas…

hm… kebebasan berkehendak yang semu…

- humble room 010109, setelah tutup telpon, dengar alasan, dan kehilangan kenyamanan -

from 'batas antara kehendak-nya dan manusia…'
http://junkthought.blog.friendster.com/?p=274

for all my life I've been hating her... Ibu, for always crying while she had the 'flashback' moments... gosh Ibu... why you always cry ?! it had happened in the past... will you please get on with your present, think about your future, and never look back to the past ?!... it's hurt and it eats you from inside, and I don't want it kills you slowly... I never cried when she cries... I have to be strong in front of her as I always say :"I will always keep my heart young, wise and strong for you, mom ..."

and the reason why I took my 1st job, why I ignore my study, why I feel like I have the responsibility to take care of Ibu n Ade, beside Nugroho left home, and the fact that I'm the oldest children in the house, did all I can to keep us survive the life we only have, is why Ibu... always seem very careful to take her steps... too much to consider that Ibu was always like... wasting time with her calculation about taking risks , choosing the best job, work, entrepreneur... I was always like... c'mon, mom, just do it, don't think, we're racing with time... well I was young, and all I could do just got a job and give her the spirit of surviving in life...

yeah,... I always hate what Ibu had done, crying all the time, acting slowly and carefully about how to get the money... while I learned after, that's what middle age people do, carefully and unrecklessly...

till two days ago... I will add my lists of 'letting her do what makes Ibu happy' ( o yeah, I never forbid her to do something she like, that those things are the only things that makes her happy... even smoking, and thank God, she's not doing it anymore ) the adds will be 'let her cry' and 'let her choose her way of living', I will just sit and listen, giving solution, never cry so that she'll be encouraged to be strong enough to live the life....

n why is that ?! I've revealed the secret, I believe there're some people out there who have a special gift about knowledge what their life will be... yup it's scary... living the life you knew how the life will turn to be... I bet you keep trying harder, choosing wisely all paths in your life... and how it feels when it will always came to the disaster you had the vision before... it hurts... it eats you from inside... it haunts you always... and Ibu is a strong one... to have the gift and always fight not to see the vision, and still she has the eagerness to live... for the sake of her struggling daughters...

and now... I have the reason... again.. to push myself to my limits, like I used to.. it's late but it's better than never... I will always try much more harder... then if I hadn't got my goal ( naudzubillahi mindzalik ) then it's not my fault... it's... my destiny

https://www.facebook.com/notes/vina-ariestharini/junkthought-2-the-past-revealed/166789803871

junkthought2 : the past revealed : tiga masa, dan ya... aku seperti dia...

2 November 2009 at 05:49
"... menjadi gila dan bunuh diri, tapi tak juga mati... "

sosok itu terpaku di meja makan, seketika diam dan tak disentuhnya itu makanan. dibalik kacamata, matanya kosong, raut mukanya mengkaku, seperti mati, tak beremosi, tapi gadis itu tetap bernapas. sang wanita paruh baya dengan rambut pendek setengah memutih, wajah bersih yang kekanakan sekaligus bijaksana tengah mengulang kata - katanya,
" kamu sama saja seperti nugroho... ", kini dengan tekanan mendalam dan bukan teriakan seperti sebelumnya. gadis itu tetap diam, tatapannya tetap kosong, tak juga bergeming dan matanya menjadi bening. sesuatu tengah berubah, tengah tumbuh didalam dirinya, dan ia mulai bergumam,
" hm... hm.. hm.. hm..", seperti berbisik tapi jelas bunyinya mengusik.
"hm..hm..hm..hm..", kini suaranya mirip rintihan, dan terus saja gadis itu melantunkan. dahi sang wanita paruh baya berkerut, apa yang terjadi dengan anak gadis tertuanya itu, dan ia menegur dengan murka,
" vina !... vina!... ", suaranya tegas menyembunyikan resah , dan si gadis tetap diam bergumam,
" hm.. hm.. hm.. hm", suaranya menimbulkan kengerian. sang ibu kembali memanggil,
" vina... vina..", suaranya lebih keras tapi tidak dengan tekanan, lebih kepada takut kehilangan. gadis itu tetap bergumam, dan suaranya semakin dalam, kemudian tubuhnya bergoyang mengikuti gumaman.

sang ibu merasa tidak mengenali anak gadisnya lagi, jadi ditariknya gadis itu kekamar mandi dan disiramnya kepala gadis itu dengan air dingin, berharap kesadaran anak gadisnya dapat kembali. gadis itu kedinginan oleh siraman air dingin yang menusuk tulang, kemudian ia menangis dan meringkuk disudut ruangan. sang ibu masih dengan menyiram, masih dengan harapan, lebih kepada tak yakin apa yang dilakukannya benar, kemudian memanggil,
" mbak na... mbak na...". suaranya memanggil ke masa lalu, saat sang gadis belum sebesar itu.
" mbak na... mbak na... ", ia memanggil dengan kasih sayang. gadis itu tetap menangis, semakin keras dan meringis, giginya gemeletukan, bibirnya membiru. jadi sang ibu mengeringkan badannya, mengganti bajunya, dan menuntunnya ketempat tidur. seperti masa bayi, dibiarkannya gadis itu terus menangis dibalik selimut, hingga ia lelah dan tertidur lelap.

sinar matahari masuk melalui jendela dan menyilaukan mata gadis itu. jadi ia terbangun terpaku, menatap meja rias didepan tempat tidurnya. kemudian ia beranjak, bercermin, mendekatkan wajahnya ke cermin karena pandangannya buram. sebuah wajah tanpa kacamata, memucat dan dengan tatapan kosong. disentuhnya cermin itu, dan dahinya berkerut. ada sesuatu di jarinya dan melihat ia disana. diusapnya jari itu, ditemuinya seperti debu. kemudian ia membuka laci meja rias itu, mencari sesuatu. handuk kecil ia temukan, dan kaca itu mulai ia bersihkan. putaran kecil, membesar dan semakin besar dengan tenaga yang semakin menguat. meja itu terguncang dan kotak tisu diatasnya terjatuh, menimbulkan suara gaduh. sang ibu berlari menghampiri, mencoba merampas handuk itu dan mencoba menghentikan dengan memeluk. tenaga gadis itu lebih besar, berontak dan sang ibu terpental. jadi sang ibu hanya terpaku, matanya berkaca - kaca dan tangannya menutup mulutnya. jadi ia biarkan anak gadisnya, tak mengerti harus berbuat apa.

gadis itu mencari lap kaca, dan ia mulai membersihkan sluruh kaca dirumah itu. sang ibu terheran, terus memanggil namanya,
" vina... vina...", tapi ia tak mendapat jawaban. dan sang ibu memanggil nama lainnya,
" mbak na.. mbak na...", tak juga ia mendapat jawaban. setelah selesai, gadis itu mengambil sapu, dan mulai menyapu, ia tak mengindahkan panggilan ibunya yang menyuruhnya makan, atau minum. jadi sepiring penuh itu tetap utuh, dan satu gelas minuman yang tak tersentuh. kemudian gadis itu berhenti menyapu, sebuah lukisan membuatnya terpaku. lukisan seorang pria, dengan sedikit kata - kata

... pria pisces yang dewasa akan menjadi orang ternama yang bijaksana, pria pisces yang kekanakan takkan berubah dan akan terus mengalami kegagalan...

seketika raut muka gadis itu mengeras dan kemarahan terbit di wajahnya. jadi ia mencari kesana kemari, sampai dapur ia temukan pisau dan kembali ke lukisan itu. mulai merobek dengan pisaunya, dengan marah yang meraja. perlakuan itu tak luput dari mata sang ibu. jadi ditangkisnya pergelangan tangan yang agak layu, dan terjatuhlah pisau itu. dibuangnya lukisan itu dan si gadis kembali disiram hingga meringkuk disudut ruangan. kembali badan itu dikeringkan, dan jatuh tertidur gadis itu dibiarkan.

saat terbangun, gadis itu mengulang kegiatan yang sama, hanya tanpa lukisan yang membuat terbit amarahnya. tidak makan tidak minum, hanya berhenti untuk kekamar mandi. bahkan dalam gila pun gadis itu mengerti, rumah harus bersih dan tertata rapi.

tiga hari ingatan gadis itu menghilang, dan dihari berikutnya ia terbangun dengan mencari kacamata. pergi mandi dan bersiap diri. kemudian ia meraih tasnya, siap pergi keluar rumah dan ibunya mencegah.
" lho... mau kemana mbak ? ", ibunya bertanya dengan heran namun tetap menjaga kewajaran.
" kuliah lah..., pamit bu..", gadis itu mencium tangan ibunya.
" ini hari minggu, non... ", ibunya menjawab dengan kelegaan.
" hah ?! bukannya kamis ? kemarin kan rabu ?... ", sang gadis terheran2 sambil membetulkan letak kacamatanya.
" amnes kamu ya ?! minggu non... udah sana sarapan, pasti laper kan ?!... istirahatlah, cape kan seminggu kuliah", kata sang ibu.
" iya si rada lemes, laper juga, ma'em ah... ", jadi gadis itu langsung makan, banyak dan lahap seperti tiga hari tidak makan. dan malamnya sang ibu sujud syukur, kemudian ketiduran dalam sujudnya, hingga pagi menjelang senja.




hari telah gelap, vina masih terduduk di meja kerjanya, ia tengah menerima telpon,
" iyalah, aku emang sama ama nugroho, kalo aku ga sama ama nugroho, gimana cara aku ngadepin eyang dan kluarga ?!... nyantai ajalah, aku bisa manfaatin smua sifat nugroho buat nakutin kluarga besar biar bisa peduli ama ibu en ade... ", vina membuat pernyataan.
" kamu ko nakutin si, mbak... ", sebuah suara menjawab dengan getaran kengerian ditelpon itu.
" people change... and anything for survive,bu... potensi apapun harus bisa dikembangkan sesuai kebutuhan... ", vina memberikan pernyataan lagi.
" ya udah, jangan kemaleman pulangnya, ati2... kabarin ya ", suara sang ibu menenang.
" bentar lagi, paling balik jam 9, dah ibu...", dan vina menutup telpon.




rambut panjangnya hampir semua memutih, wajah itu tetap bersih dan agak kekanakan namun tetap bijaksana, sedikit kerutan menghiasi wajahnya.
" ....kalau aku ga ninggalin kamu dan ade, gimana kamu bisa deket sama ade..., gitu mbak, kata nugroho...", ucapnya.
" ha ?! aku baru tau, ko aku punya alasan yang sama.... kalo kemaren2 jaman gawe aku ga ninggalin ibu dan ade, gimana ade bisa deket sama ibu... hahaha... nugroho banget yak... ", vina terkaget dan tertawa menertawakan dirinya.
" emang kamu nugroho banget, ngelak si ngga mau disamain... ", kata sang ibu.
" dulu kali... pas jaman gawe kan aku ngaku, sama ama dia, bedanya aku milah2 mana yang bisa dikembangin mana yang harus dibunuh, mana yang harus digunain untuk momen seperti apa, gila juga... perkara ninggalin ibu n ade tu aku ga pernah bahas, ga pernah juga dikasi tau ama nugroho, ko bisa sama, perlakuan yang sama dan alasan yang sama. tapi vina tetap vina... and here I am, bareng ibu en masi juga mikirin ade", vina tersenyum.
" iyalah... skali ndul2... tetep ndul2... ", sang ibu menjawab dengan raut muka jenakanya.
" lucu juga...ya, aku seperti dia... ", vina menertawakan dirinya, dan sang ibu tersenyum nelangsa.

https://www.facebook.com/notes/vina-ariestharini/junkthought2-the-past-revealed-tiga-masa-dan-ya-aku-seperti-dia/167572923871

sebuah alasan untuk menangis...

8 November 2009 at 09:12
I could never cry in front of her,
in front of ibu...
for I've been keeping my promise,
I will always keep my heart young, strong and wise for you, ibu...
but the tears finally shed,
when ibu said,

" ibu bisa ga tidur kalo 'melihat' kamu... ",

what's the point of keeping strong,
while the reason she's been crying is I... all along,
then the tears just shed,
like I used to in my loneliness,
in the crowd of smoke and steam of coffee,
like in absolutes of the universe,
in my middle of nowhere,
like I used to in front of my perfect almost endless lover,
or simply in my humble room,
but today in front of my greatest exception person

then she should know of how fragile I am,
how ridiculous I've been through to those pain and hurt,
and I'm still alive...,breathing...
but only with already dead soul.

I said I cry for nothing,
I cry for no reason,
for the amnesia about how my life will be,
maybe for my confinement of thinking,
unable to reach the knowledge of universe,
thinking as a simply human,
a little thing as a reason to cry, don't you think ?!

"jangan sedih karena aku, kalau sudah memang jalanku begitu,
jalanku dari dulu memang lain, jangan Ibu terbebani karena pemikiran umum manusia,
kita pernah hidup susah dan kita bisa nikmatin, harusnya dengan kelebihan ibu jangan dilawan dengan pemikiran manusia biasa yang cuma bisa usaha keras tanpa melihat tanda dan akhirnya sama seperti yang diperlihatkan ke ibu. artinya kita sebagai manusia tidak berpikir. kenapa ga kita coba nikmatin aja, ga terbebani tapi tetap berbuat baik, karena kodrat manusia adalah berguna bagi sesama.
Mungkin yang aku tangisi adalah keterbatasan aku berpikir sebagai manusia "

- humble room : 0811'09, sunday morning with swollen eyes - 

https://www.facebook.com/notes/vina-ariestharini/sebuah-alasan-untuk-menangis/171945473871

junkthoughts 2: opening

29 January 2011 at 16:11
It begun where the life ship already wrecked.  Such imaginative questions came from the mouth of a strong character adult.

'My dear daughter, what if.. your real mother was a singer, would you forget about me ? would you leave me and not beside me anymore ? ',
'Will you back to your ancestor's religion if what they had is not the same with what you had now ?'

such ridiculous questions...

'You've been there for me, being my mother all the time. Love and caring me, sacrifice all for me, be in this wrecked life that left by your husband (at that time I couldn't call that man, my father). we can hold the three of us till today, you, lil sist and I.  I'm not human if I leave you after all those.'

Call me naive, but these things don't happen in real life right ?! unsettled divorced or missing father are enough to be a story of life.  And that's momy always prepared me all these years. Yes, life is not as beautiful as it seems.  And that's my armor of life.  She could killed me many times a day just to get me understood about her points. And yet these exercises making me a monster of mastermind.

'About the faith, believe me, I studied all, the other just can't accept by my brain.  If you poisoning me with your faith all this time, then you are really succeeded.  I can't turn to other just becoz my ancestors told me to do.  I am what I am now, and no money nor wealthy can buy that'

Never crossed in my mind that those answers would actually happened and be strengthened with all of my actions after I found out the truth, step by step till 10 years after. Yet, I can't forgive myself for what happen to her and lil sist, becoz of my father, becoz of my existence.  And these thoughts that haunted for years, actually happened.  Yes, no more hero, no more mastermind.

I have no idea that the reality kept getting worse and worse.  It changed me alot till I don't know who I am anymore.  Introvert as I used to, crying over words and sentences on papers without any tears.  Multi problems and multi tasks to solved. Yet I solved them all, was a father for my little family.  When it was just we all three. No big family, and it's all just about money, when everything felt simple to solved. 


I don't have my own feeling,
I borrow people's feeling to feel...

I have no emotion, just fight and fight everyday.  Till she called me human without feelings.  No use, huh. Crying, regretting and falling apart.  So tell me about myself how I must feel about my life, then I would cry over it, not becoz I feel it, becoz I feel other's sympathy on me.

I’ve killed my sense each time you talked about great peoples around us, mom…
for I’ve killed my hopes and dreams which are gettin for to reach…
cause there’s a time when I choose myself to be a guardian angel in a human form..
for I couldn’t develop an ego of my own…
for I couldn’t left my mom alone…
the wrinkles may appear… the back may gettin lower…
but I’ll always keep my heart young, strong and wise for you mom…
let her freely high flying, your daughter the only one, for times she’s been suffering …
then let me be the woman without age for I’ll always be there for you mom…
till death do us apart…

and these... actually happened, two years later...

https://www.facebook.com/notes/vina-ariestharini/opening/10150096328793872

junkthoughts 2:looking back the worn out path

22 February 2011 at 05:21
If you are full of grief, resist !
If you are full of regret, walk on !
You ! who merely throw yourself into sorrows, are just filthy pigs !
Throwing away his future, 
Losing sight of his dreams,
all while stained in despair...

Shake off his future,
opposing reality,
never loses his determination.

- Kuroshitsuji II, english translation by SubDesu -

if you can't be a poet of your life anymore, try to find any in every sign,
yet I was never opposed my reality, 
that's why it was so fluid, simple, kind and fearless...(Byron Katie)

when the past forced to erase, you'll be like loosing your true selves,
but when your belief is failed, then you are close to the dead.


then who am I, now ? 

junkthoughts 2:Hold on to the feeling : a letter to a mother and sister

24 February 2011 at 06:40
You never asked to be born from her womb, never asked to be feed, never asked her to sacrifice herself for you.
yeah, you never asked.

but now, it's time for you to help her.  You can't bear the feeling that she's a burden of yours, but you keep helping her. why ?! coz there's no one else to help her.

Hold on to the feeling, it's the same feeling as she had when she had you.  If it wasn't her, then who else ?! above all, it's her only duty, her only nature to give up everything just to make you alive, freely breathing and having all a daughter should have.  And for that, she can never asked something in return, nor you can't ever paid her. 

Now hold on to that feeling, the feeling if it wasn't you, then who else ?! and grow the feeling that you should take care of her for the rest of her life, coz every minutes of her sacrifices could never be paid by your wealthy nor kindness.  At least make her happy even in a second, for age we will never know when it ends.  

Hold on to the feeling, then it won't be a burden anymore.  As simple as it can be.  So never ask for something in return, even a thank, coz the price already paid long time since you were in her womb. 
https://www.facebook.com/notes/vina-ariestharini/hold-on-to-the-feeling-a-letter-to-a-mother-and-sister/10150111557653872

Schizofrenia alias gila (cerpen)

junkthoughts II:the past revealed

1 October 2011 at 19:53
wanita bijak : " Masalah ko kamu umbar2 tho ndok ?! klo smua org tau gimana ?!"

bad girl       : " aku cuma tulis status (ngga dosa) peduli org mo liat mo ngga, palingan mereka cuma sebentar baca (itupun klo sampe habis dibaca), mereka sadar itu masalah pribadi, dan mereka akan memalingkan diri. Seolah aku yang paling susah (pikir mereka) dan mereka merasa terganggu atau malah coba membantu. Palingan kujawab :" ya? "

wanita bijak : " jadi menurutmu sah - sah saja ?"

bad girl        : " kata psikiaterku, menahan emosi itu merugikan diri, energi negatif itu harus disalurkan, kalau bisa dialihkan (jadi positif, lho?!) Jadi apa guna teknologi kalau ia tidak bisa membantu kita memulihkan penat di hati, daripada orang - orang yang tak sepaham denganku aku maki - maki. masalah tak selesai, bisa - bisa aku dibantai. (lagi-lagi) aku cuma tulis status, biarkan kata - kata itu termakan arus. Mau dikomen (silahkan), mau dibiarkan (terserah). bebas bebas saja, sah sah saja. anutlah paham negara merdeka (kan indonesia sudah merdeka), kita disinipun korban kapitalis dari kaum liberalis, jadi kenapa harus berkata santun ?! tidak ada orang yang kusinggung (kalaupun ada yang bersangkutan tidak tahu), tidak ada hati yang tersakiti.

hanya mencoba hidup sehat (dulu kubiarkan masalahku menguap bersama dengan abu rokok), dan dia (pujangga lainnya bernama mekra) akan tertawa melihat aku akan (pikirnya) pacaran dan menikah dengan rokok.

wanita bijak  : " kamu seperti manusia tidak punya orang tua(juga kata pujangga yang satunya) "

bad girl         : " owh.. punya, ada tiga. satu yang melahirkanku, tinggal jauh, menikah dengan paham yang salah, menganggap anak mudah dibuat, dibuang, nda punya perasaan, dipungut kapan saja tak boleh melawan, dan 28 tahun kemudian dicari kembali untuk dituntut waris, anak sebagai komoditi, dipaksa menghormati, padahal perlakuannya tidak bisa dibilang punya hati. Jadi biarkan orang tua yang satu ini pergi. Dia yang membuangku, dia yang mencariku, dia pula yang meninggalkanku (lagi).

yang satu lagi, sibuk dengan istri ketiga nya, dia yang pergi, dia yang susah sendiri, kemudian kedewasaan tidak juga keluar dari mulutnya yang seharusnya telah menjadi bijak. bahkan bicara pada anak terkecilnya pun ia tidak bisa. semua dengan emosi, semua dengan lupa diri.

yang satu lagi adalah wanita terbaik didunia, rela menikah dengan duda hanya untuk mengasuh seorang anak semata (diriku). jadi aku lakukan segalanya. turuti semua perkataannya (masih benar). pergi kamu temui eyangmu (masih benar). mati kamu (lho?! aku ko bego). masa bodo dengan kamu (jadi aku berada ditempat yang salah). begini ya kamu tidak bisa jaga nama baik orang tua (lho, yang masa bodo duluan siapa?!) sini kamu (ok) pergi kamu (owh, udah ada anaknya sendiri) cintai lelaki yang punya misteri, pertanyakan perhatian yang ia berikan (lho dari dulu juga begitu, kenapa harus dipertanyakan ?!) lupakan tentang mencintai, hiduplah sendiri (kenapa disuruh mencintai kalau akhirnya disuruh hidup sendiri)

'manusia tanpa perasaan' itu yang selalu ia tegaskan, begitulah aku (katanya), tapi rasaku aku seperti boneka... 

wanita bijak : " meleburlah denganku karna aku tau siapa kamu.. "

bad girl        : " benarkah ??? "

wanita bijak  : " kamu hanya seorang melankolis yang terlalu peka terhadap sekitar, merasakan perasaan sesama, mengerti jiwa sesama, dan lebih tau dari mereka semua (tentang diri mereka sendiri). tapi kamu hanya manusia, punya emosi, suatu saat bisa khilaf diri. hatimu terlalu besar(kata pujangga yang satunya) hingga orang lain harus menunjukkan simpatinya padamu untuk menyadarkan ironisnya keadaanmu dan kamu akan menangis karenanya. Jadi jauhi semua pujian, jangan jatuh karena perhatian. semakin besar orang memperhatikanmu, balaslah lebih besar lagi, dengan begitu kamu tidak perlu menyadari ironisnya dirimu. Rubah dirimu jadi lebih baik lagi. Rencanakan masa depanmu lebih indah lagi. Bermimpi! Beraksi! karena alam akan mengabulkan.

bad girl(wanita bijak): "kembali seperti dulu (just like old times)"

Jadi bersama kami berjalan, terlihat kekanakan, merasa seperti muda, seolah hidup seribu tahun lamanya.. 

- humble room : setelah menulis banyak status dan teringat akan kedua pujangga pria yang indah jiwanya -

https://www.facebook.com/notes/vina-ariestharini/schizofrenia-alias-gila-cerpen/10150339556538872